PANCENG | NUGres – Mengisi momen akhir tahun dengan kegiatan edukatif dan bernilai ibadah, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Panceng melalui Lembaga Ta’mir Masjid (LTM) menyelenggarakan Pelatihan Pemulasaran Jenazah pada Sabtu, (27/12/2025). Kegiatan tersebut dipusatkan di Masjid Jami’ Roudlotul Falah, Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik dengan khidmat serta penuh antusiasme peserta.
Pelatihan ini diikuti oleh 64 peserta yang terdiri atas pengurus ta’mir masjid dan modin dari berbagai desa se-Kecamatan Panceng. Mereka hadir sebagai perwakilan unsur penting dalam pelayanan keagamaan di tengah masyarakat, khususnya dalam pelaksanaan fardhu kifayah yang berkaitan dengan pengurusan jenazah.
Ketua LTM MWCNU Panceng KH. Ismail Utsman menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan praktis para ta’mir masjid dan modin dalam melaksanakan pemulasaran jenazah sesuai dengan tuntunan syariat Islam, fikih Ahlussunnah wal Jama’ah, serta tradisi keagamaan Nahdlatul Ulama.
“Pemulasaran jenazah bukan hanya soal teknis, tetapi juga menyangkut amanah, adab, dan kepekaan sosial. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan bahwa para petugas di lapangan benar-benar memahami tata cara yang benar dan dapat melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab,” ungkapnya.
Lebih lanjut Kiai Ismail menambahkan, pelatihan ini juga menjadi upaya penguatan peran masjid sebagai pusat pelayanan umat. Ia berharap para peserta dapat menjadi rujukan di lingkungan masing-masing ketika masyarakat membutuhkan pendampingan dalam pengurusan jenazah.
“Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini tidak berhenti di forum pelatihan, tetapi dapat diamalkan dan ditularkan kepada generasi berikutnya. Ke depan, LTM NU Panceng berkomitmen untuk terus menghadirkan pelatihan-pelatihan serupa secara berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWCNU Panceng, Kiai Mohammad Halim, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif LTM MWCNU Panceng yang dinilainya sangat relevan dengan kebutuhan umat. Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud nyata khidmah NU dalam menjawab persoalan-persoalan sosial keagamaan di tingkat akar rumput.
“NU harus hadir di tengah masyarakat dengan solusi yang nyata dan aplikatif. Pelatihan pemulasaran jenazah ini sangat penting, karena tidak semua orang memahami tata caranya secara benar. Saya berharap para peserta mampu menjadi garda terdepan dalam pelayanan umat, khususnya ketika masyarakat menghadapi musibah kematian,” ujarnya.
Ia juga berharap agar sinergi antara MWC NU, LTM, Ta’mir Masjid, dan Modin terus diperkuat demi terwujudnya pelayanan keagamaan yang profesional, tertib, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin.
Pelatihan ini menghadirkan KH. Moh. Zaim Afshokh dari Sidoarjo. Dalam penyampaian materinya, KH. Zaim menjelaskan secara detail tahapan pemulasaran jenazah, mulai dari tata cara pendampingan saat sakaratul maut dan perlakuan terhadap jenazah yang baru saja meninggal, tata cara memandikan jenazah, mengkafani, menshalatkan, hingga proses penguburan. Materi disampaikan secara sistematis dan dilengkapi dengan praktik langsung, sehingga peserta tidak hanya memahami aspek teoritis, tetapi juga memperoleh pengalaman praktis yang aplikatif.
Antusiasme peserta tampak sepanjang kegiatan berlangsung. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang sering ditemui di lapangan, termasuk penanganan jenazah dalam kondisi khusus. Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh semangat kebersamaan.
Melalui kegiatan ini, LTM NU Panceng berharap dapat melahirkan sumber daya manusia yang kompeten, sigap, dan amanah dalam pelaksanaan pemulasaran jenazah. Dengan demikian, pelayanan keagamaan di masyarakat dapat berjalan lebih baik, tertib, dan sesuai dengan tuntunan syariat Islam, sekaligus memperkuat peran Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan yang senantiasa hadir melayani umat.
Penulis : Niam Shofi
Editor: Chidir Amirullah

