GRESIK | NUGres – Institut Al Azhar (Istaz) Menganti Gresik mencatat capaian akademik melalui salah satu dosen tetapnya, Muhamad Arif, yang masuk dalam pemeringkatan ilmuwan berdasarkan laporan AD Scientific Index pada awal tahun 2026. Pemeringkatan tersebut menempatkan Muhamad Arif dalam kategori Top 2% Ilmuwan Terbaik di Indonesia.
Berdasarkan data AD Scientific Index, Muhamad Arif tercatat bersaing dengan 138.975 peneliti dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Capaian tersebut didasarkan pada sejumlah indikator sitasi dan produktivitas publikasi ilmiah yang dihimpun dari basis data internasional.
Pada tingkat nasional, Muhamad Arif berada di posisi Top 1,1% untuk kategori i10-index (Recent). Indikator ini mengukur jumlah publikasi ilmiah dalam lima tahun terakhir yang telah memperoleh sedikitnya sepuluh sitasi. Data tersebut menunjukkan konsistensi publikasi dan keterkaitan karyanya dengan penelitian lain, khususnya dalam bidang Teologi, Sejarah, dan Filsafat.
Di tingkat Asia, berdasarkan pemeringkatan terhadap 823.554 ilmuwan, Muhamad Arif menempati posisi Top 6,6% untuk kategori H-Index (Recent). Indikator ini menggambarkan dampak dan keberlanjutan sitasi publikasi ilmiah dalam kurun waktu terbaru pada tingkat regional.
Pencapaian tersebut mendapat tanggapan dari Rektor Institut Al Azhar Menganti Gresik. Rektor menyampaikan bahwa masuknya Muhamad Arif dalam pemeringkatan ilmuwan nasional dan Asia menjadi bagian dari capaian institusi dalam bidang akademik dan penelitian.
“Kami menyampaikan apresiasi atas capaian Bapak Muhamad Arif yang masuk dalam pemeringkatan 2% ilmuwan terbaik di Indonesia dan 6% di Asia berdasarkan AD Scientific Index,” ujar Rektor Institut Al Azhar Menganti Gresik, dalam keterangannya.
Dengan capaian tersebut, ISTAZ Menganti Gresik mencatatkan keterlibatan dosennya dalam pemeringkatan ilmuwan tingkat nasional dan regional Asia berdasarkan indikator kinerja publikasi dan sitasi ilmiah. Hal ini sesuai dengan visinya yakni menjadi pengurus tinggi yang unggul dalam kajian keislaman berlandaskan Ahlussunnah wal jamaah An-nahdliyah serta berdaya saing internasional Tahun 2048.
Editor: Chidir Amirullah

