Bawa Misi Kemandirian Ekonomi Umat dan Peningkatan Kapasitas Amil, Lazisnu Kedamean Gresik Belajar ke Ngasem

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Ikhtiar bangun kemandirian ekonomi umat hingga penguatan peran Amil, Pengurus NU Care Lazisnu MWCNU Kedamean belajar ke Ngasem Bojonegoro. Foto: dok Lazisnu MWCNU Kedamean/NUGres

GRESIK | NUGres – NU Care Lazisnu MWCNU Kedamean terus menguatkan kapasitas kelembagaan. Melalui kegiatan studi tiru dan silaturahim ke Lazisnu Ngasem serta BMT NU Ngasem, para amil dan amilat diajak memperdalam wawasan pengelolaan zakat hingga pengembangan ekonomi umat.

Kegiatan bertajuk “belajar dan ngangsu kaweruh” ini digelar selama dua hari, 18–19 April 2026. Rombongan yang terdiri dari pengurus Lazisnu dan Lembaga Perekaman Nahdlatul Ulama (LPNU) Kedamean itu juga bermalam di Guest House BMT NU Ngasem, guna memaksimalkan proses pembelajaran dan diskusi.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Ngasem, KH. A. Nailin Fauz Misbah, menyambut hangat rombongan. Ia menekankan pentingnya militansi kader dalam menjalankan misi dakwah.

“Semua ini bisa dilakukan dengan misi berdakwah. Namun militansi kader harus dibangun agar bisa bergerak bersama, satu visi dan misi yang sama, yakni memberi manfaat kepada umat. Prosesnya panjang dan penuh tantangan, maka harus diiringi dengan munajat kepada Allah agar dimudahkan dan penuh barokah,” ujarnya.

Suasana semakin hidup saat Sekretaris Lazisnu Ngasem, Gus Kastur, memberikan motivasi khasnya. Dengan gaya santai namun mengena, ia menyampaikan, “Kalau ada yang sulit, kenapa harus yang mudah,” ungkapan itu menjadi penyemangat bagi para amil untuk terus bergerak menghadirkan kemaslahatan melalui zakat.

Tak hanya belajar pengelolaan zakat, rombongan juga melakukan studi tiru ke BMT NU Ngasem. Kehadiran peserta disambut langsung oleh Presiden Direktur, H. Moh. Wahyudi, beserta jajaran.

Dalam pemaparannya, H. Moh. Wahyudi menegaskan bahwa BMT NU Ngasem didirikan untuk memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Karena itu, pengelolaannya harus profesional, disiplin, serta berlandaskan prinsip syariah agar mendapatkan ridha Allah SWT.

“Semua kebutuhan masyarakat ada di sini, mulai dari kebutuhan harian hingga kebutuhan berkelanjutan,” jelasnya.

Ketua Lazisnu MWCNU Kedamean, Ahmad Ali, mengaku bersyukur atas kesempatan belajar tersebut. Dengan gaya guyonan ala santri, ia juga menyampaikan harapannya kepada H. Moh. Wahyudi.

“Mudah-mudahan setelah ini BMT Ngasem juga buka cabang di Gresik, dan kami di MWCNU Kedamean siap untuk dijadikan cabangnya,” ujarnya disambut tawa hangat peserta.

Menurutnya, pengalaman ini menjadi bekal penting untuk pengembangan program di Kedamean.

“Kami bersyukur bisa belajar di sini. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus tumbuh dan ke depan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Kedamean, mulai dari dakwah, sosial, hingga ekonomi,” pungkasnya.

Penulis: Achmad Fatkhurrozi
Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment