Muslimat NU dan Fatayat NU Wringinanom Gresik Kompak Gelar Halal Bihalal dan Peringatan Harlah

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Semarak peringatan Hari Lahir (Harlah) dua badan otonom Nahdlatul Ulama, yakni Harlah ke-80 Muslimat NU dan Harlah ke-76 Fatayat NU di Wringinanom Gresik, Ahad (19/4/2026). Foto: dok PC Muslimat NU Gresik/NUGres

WRINGINANOM | NUGres – Semarak dan penuh kemeriahan mewarnai peringatan Hari Lahir (Harlah) dua badan otonom Nahdlatul Ulama, yakni Harlah ke-80 Muslimat NU dan Harlah ke-76 Fatayat NU, yang digelar di Desa Lebaniwaras, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Ahad (19/4/2026).

Peringatan harlah tersebut diselenggarakan secara bersama oleh PAC Muslimat NU Wringinanom dan PAC Fatayat NU Wringinanom dalam rangkaian kegiatan Istighosah Kubro dan Halal Bihalal Syawal 1447 Hijriah, yang diikuti dengan antusias oleh kader dan anggota dari seluruh wilayah anak cabang.

Menjelang acara inti, para kader Muslimat NU dan Fatayat NU mengawali kegiatan dengan kirab berjalan kaki sambil membawa spanduk harlah. Lantunan lagu-lagu kebangsaan, lagu Nahdlatul Ulama, serta mars Muslimat NU dan Fatayat NU menggema di sepanjang jalan desa, menambah semarak suasana.

Kirab tersebut semakin menarik perhatian warga karena sejumlah peserta tampil mengenakan kostum karnaval berbahan daur ulang yang tampak estetik dan mewah, menunjukkan kreativitas serta semangat kebersamaan para peserta.

Ketua Panitia Istighosah Kubro dan peringatan Harlah Muslimat NU serta Fatayat NU se-Anak Cabang Wringinanom, Hj Ufiq Zuroidah, menyampaikan terima kasih atas partisipasi seluruh anggota Muslimat NU dan Fatayat NU, serta dukungan berbagai pihak sehingga acara dapat terselenggara dengan lancar.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan rasa cinta sekaligus memacu semangat berkhidmat di Nahdlatul Ulama melalui organisasi Muslimat NU dan Fatayat NU di wilayah Kecamatan Wringinanom.

Apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut juga disampaikan oleh Ketua PAC Fatayat NU Wringinanom, Ketua PAC Muslimat NU Wringinanom Hj Hanifah, Kepala Desa Lebaniwaras, serta Rais Syuriyah MWCNU Wringinanom KH Moh Sholihan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PC Muslimat NU Gresik, Nyai Hj Aliyah Ghozali, menyampaikan pesan reflektif kepada seluruh peserta.

Ia menegaskan bahwa di usia ke-80, Muslimat NU harus semakin mapan dan mandiri, terutama dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga.

“Diawali dari ketahanan keluarga, ketahanan di semua segmen kehidupan, termasuk dalam organisasi. Sehingga berkhidmat di Muslimat NU dengan ikhlas tanpa batas adalah sebuah keharusan,” tutur Nyai Hj Aliyah.

Pengasuh Pondok Assalafi Al Kholili Blandongan Gresik itu juga mengajak seluruh kader untuk terus membangun jaringan, berinovasi, dan memperkuat kolaborasi antarorganisasi.

“Seperti saat ini, kegiatan bersama Fatayat NU. Maka harus terus semangat berikhtiar mengawal organisasi Muslimat NU agar selalu istiqamah memberikan manfaat kepada umat,” tandasnya.

Acara Istighosah Kubro dalam rangkaian peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU dan Harlah ke-76 Fatayat NU tersebut berlangsung penuh khidmat dari awal hingga akhir.

Selain menjadi momentum spiritual, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mempererat jalinan silaturahmi antarkader dan memperkuat sinergi organisasi di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment