Peringatan Hari Kartini di Gresik, KOPRI PK PMII Qomaruddin Evolution Gelar Sekolah Islam Gender

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Memperingati Hari Kartini Tahun 2026, Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Pengurus Komisariat (PK) PMII Qomaruddin Evolution periode 2025–2026 sukses menggelar Sekolah Islam Gender (SIG) ke-I. Foto: dok KOPRI PK PMII Qomaruddin Evolution/NUGres

UJUNGPANGKAH | NUGres – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Pengurus Komisariat (PK) PMII Qomaruddin Evolution periode 2025–2026 sukses menyelenggarakan kegiatan Sekolah Islam Gender (SIG) ke-I.

Mengusung tema “Rekonstruksi Kesadaran Gender dalam Perspektif Islam”, kegiatan ini dilaksanakan pada 23–24 April 2026 di Pondok Pesantren Mamba’ul Ihsan Banyuurip Ujungpangkah Gresik, dan diikuti oleh 23 peserta, dengan dua di antaranya merupakan peserta eksternal.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pengasuh pondok, Gus Nafisul Athok, M.Pd, yang turut memberikan ruang dan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan kaderisasi tersebut. SIG I menjadi salah satu upaya strategis KOPRI dalam membangun kesadaran kritis kader perempuan terhadap isu gender dalam perspektif Islam.

Dalam keterangannya kepada NUGres, Sabtu (25/4/2026), Ketua pelaksana Alfa Rohmah Salsabila, menyampaikan bahwa kegiatan SIG kali ini mengusung semangat untuk memperdalam pemahaman kita mengenai relasi gender dalam kacamata Islam yang moderat dan inklusif.

“Kami menyadari bahwa di era transformasi digital dan dinamika sosial yang cepat ini, kader PMII khususnya KOPRI harus memiliki landasan epistemologis yang kuat agar tidak terjebak dalam bias gender maupun pemahaman tekstual yang kaku,” ujarnya.

Hal seturut juga ditandaskan oleh Ketua KOPRI PK PMII Qomaruddin Evolution, Lu’luah Maknunah. Ia menyatakan bahwa SIG menjadi proses penting yang mesti diikuti bagi kader-kader PMII, khusunya KOPRI.

“Kami ingin menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proses kaderisasi yang berkelanjutan dalam mencetak agen perubahan perempuan,” tandasnya.

Dalam pelaksanaannya, SIG I menghadirkan sejumlah pemateri yang kompeten di bidangnya. Mulai dari materi Citra Diri KOPRI yang disampaikan oleh Clarisa Marcelyasurya Gladys Ariani selaku Ketua KOPRI PC PMII Gresik. Dilanjutkan materi keuda tentang Konsep Gender, Seks, dan Seksualitas disampaikan oleh Nur Khosi’ah, M.Pd selaku Ketua Pembina Pattiro Gresik.

Materi ketiga bertema Hukum Negara Islam di Indonesia disampaikan oleh M. Dafa Abie Almadhani selaku Ketua Umum PC PMII Gresik. Materi keempat mengenai Perempuan dalam Islam disampaikan oleh Dr. Hj. Aminatun Habibah, M.Pd selaku Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) PMII Gresik.

Pada sesi berikutnya, materi kelima yakni Strategi Pengembangan Diri yang disampaikan oleh Nurul Hidayah, M.Pd. Sementara itu, materi keenam mengenai Sejarah Gerakan Perempuan disampaikan oleh dr. Shinta Puspitasari Asluchul Alif, M.Kes selaku Ketua GOW Kabupaten Gresik.

Rangkaian kegiatan berlangsung dengan metode ceramah, dialog interaktif, serta Focus Group Discussion (FGD) yang mendorong partisipasi aktif peserta dalam memahami serta mengkaji isu gender secara kritis dalam perspektif Islam.

Momentum Hari Kartini ini dimaknai sebagai refleksi bahwa perjuangan perempuan tidak hanya berhenti pada peringatan simbolik, melainkan harus diwujudkan melalui peningkatan kapasitas diri, kesadaran kritis, serta peran aktif dalam mewujudkan keadilan gender di tengah masyarakat.

Dengan terselenggaranya Sekolah Islam Gender I ini, diharapkan lahir kader perempuan yang progresif, visioner, dan berakhlakul karimah, serta mampu menjadi agen perubahan sosial di berbagai lingkungan kehidupan.

Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment