GRESIK | NUGres — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, Lembaga Takmir Masjid (LTM) PCNU Gresik bersama Dewan Pimpinan Daerah Juru Sembelih Halal (DPD JULEHA) Indonesia Kabupaten Gresik menggelar pembinaan takmir masjid dan mushola.
Kegiatan ini mengusung tema Manajemen Qurban, Penyembelihan Halal, dan Asah Pisau Qurban Massal ini berlangsung di Masjid Jami’ Gresik, kawasan Alun-Alun Kota Gresik, Sabtu (25/4/2026).
Pembinaan ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya para juru sembelih, agar mampu melaksanakan penyembelihan hewan qurban sesuai dengan tuntunan syariat Islam.
Kegiatan yang rutin digelar setiap tahun ini dinilai sangat penting, terutama bagi para takmir masjid dan panitia qurban yang hampir di setiap masjid melaksanakan penyembelihan hewan qurban saat Idul Adha.
Tercatat, hampir 100 peserta dari utusan takmir masjid dan mushola se-Kabupaten Gresik turut ambil bagian. Acara ini juga didukung oleh lebih dari 10 anggota tim JULEHA Gresik.
Ketua LTMNU Gresik, H. Nasichun Amin, M.Ag., dalam sambutannya berharap para takmir dan panitia qurban terus meningkatkan kemampuan serta wawasan terkait pelaksanaan penyembelihan hewan qurban.
“Pembinaan ini sangat berarti dan bermanfaat bagi para takmir dan panitia qurban, agar pelaksanaan ibadah qurban bisa berjalan sesuai syariat dan lebih profesional,” ujarnya.
Materi pembinaan disampaikan secara berurutan oleh narasumber dari tim JULEHA Gresik. Diawali dengan materi fiqh qurban yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Azis Malibary, yang juga menjabat sebagai Syuriyah MWCNU Kebomas. Sesi ini berlangsung interaktif dengan banyaknya pertanyaan dari peserta seputar praktik qurban di lapangan.
Selanjutnya, peserta mendapatkan materi tentang tata cara handling hewan qurban yang dipandu oleh Ustadz Abdul Choliq. Ia menjelaskan bahwa dalam proses penanganan hingga penyembelihan hewan qurban harus tetap memperhatikan aspek kesejahteraan hewan.
“Mulai dari proses sebelum disembelih, saat penyembelihan, hingga pasca penyembelihan, semua harus memperhatikan hak-hak hewan,” jelas alumni Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Suci ini.
Cak Dul begitu sapanya menambahkan bahwa hal tersebut merupakan bagian penting dari penerapan penyembelihan halal yang sesuai syariat.
Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan sesi praktik asah dan pengecekan pisau qurban secara massal. Para peserta dibagi dalam beberapa kelompok dan didampingi langsung oleh tim JULEHA Gresik untuk memastikan ketajaman dan kelayakan alat sembelih yang akan digunakan saat Idul Adha.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan ibadah qurban di Kabupaten Gresik, sehingga tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga memenuhi standar profesionalitas dan kesejahteraan hewan.
Penulis: Luthfi Anshori
Editor: Chidir Amirullah



