CERME | NUGres – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Lailatul Ijtima’ MWCNU Cerme yang dirangkai dengan pelantikan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Pandu, masa khidmat 2025-2030, Sabtu 25 April 2026 di Masjid Hidayatul Mujahidin Desa Pandu, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.
Acara dimulai selepas salat Isya berjamaah, dilanjutkan lantunan shalawat dari remaja dan santri masjid setempat. Rangkaian kegiatan kemudian diisi istighatsah, tahlil, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, hingga prosesi pelantikan pengurus baru Ranting NU Pandu.
Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran pengurus MWCNU Cerme, badan otonom NU seperti Fatayat NU, Muslimat NU, Ansor, IPNU IPPNU, Banser, lembaga-lembaga NU, PRNU se-Wakil Cabang NU Cerme, Kepala Desa Pandu Agus Winarno beserta jajaran, tokoh masyarakat, serta warga nahdliyin setempat.
Prosesi pelantikan dipimpin Sekretaris Tanfidziyah MWCNU Cerme Ustadz Nur Qomari, M.Pd., bersama Rais Syuriyah MWCNU Cerme Drs. KH. Arsyad Jauhari. Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan salam-salaman dan foto bersama.
Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah MWCNU Cerme, Ustadz Harianto, M.Pd, mengajak seluruh elemen NU di wilayah Kecamatan Cerme untuk terus menghidupkan tradisi jamiyyah dan jamaah melalui kegiatan Lailatul Ijtima’ yang rutin dilaksanakan.
“Alhamdulillah, malam ini berbagai unsur NU Cerme hadir, mulai pengurus MWCNU, banom, lembaga, hingga ranting-ranting. Ini menjadi bukti kebersamaan kita. Mari kita hidupkan jam’iyah dan jamaah melalui kegiatan Lailatul Ijtima’,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga mendorong seluruh ranting NU agar semakin aktif menghadirkan program-program kemaslahatan umat dengan mengadopsi gerakan dan program unggulan MWCNU Cerme.
Sementara itu, dalam Mauidhah hasanah yang disampaikan KH. Arsyad Jauhari menekankan pentingnya agar warga Nahdliyin terus meningkatkan semangat sedekah dan menjaga tradisi baik warisan para leluhur.
Menurut Kiai Arsyad, bentuk sedekah sangat beragam dan dekat dengan kehidupan masyarakat, seperti tahlilan, sedekah bumi, serta kegiatan sosial keagamaan lainnya sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT.
“Tradisi-tradisi baik peninggalan leluhur jangan ditinggalkan. Itu bagian dari syukur kita kepada Allah dan sarana memperkuat kebersamaan masyarakat,” demikian pesan Rais Syuriyah MWCNU Cerme.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Pelantikan ini diharapkan menjadi awal semangat baru bagi Pengurus Ranting NU Pandu untuk semakin aktif melayani umat serta menguatkan syiar Nahdlatul Ulama di tingkat desa.
Penulis: Arif Fahrudin Insani
Editor: Chidir Amirullah



