Seminar Anti Perundungan di Momen Hardiknas, SMP Sunanul Muhtadin Gandeng LKP3A Fatayat NU

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Mengisi Hari Pendidikan Nasional 2026, SMP Sunanul Muhtadin menghadirkan seminar edakutif anti perundungan dengan menggandeng LKP3A Fatayat NU PC Fatayat NU Gresik, Sabtu (2/5/2026). Foto: dok SMP Sunanul Muhtadin Gresik/NUGres

SIDAYU | NUGres — SMP Sunanul Muhtadin menggelar seminar pendidikan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang dirangkaikan dengan semangat Hari Kartini, Sabtu (2/5/2026), di Aula Pondok Pesantren Modern Sunanul Muhtadin Sidayu Gresik

Mengangkat tema “Bullying Bukan Bercanda, Candamu Lukanya”, kegiatan ini dihadirkan sebagai bentuk kepedulian terhadap isu perundungan di lingkungan sekolah.

Seminar menghadirkan dua narasumber, yakni Hajar Aisyah, S.H selaku Sekretaris Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (LKP3A Fatayat NU) PC Fatayat NU Gresik, dan Nur Khosi’ah, M.Pd.I merupakan Pembina Pattiro Gresik. Keduanya menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari diskriminasi.

Dalam pemaparannya, Hajar Aisyah menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk berkembang tanpa tekanan maupun perlakuan yang tidak adil.

“Setiap anak, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki hak yang sama untuk hidup, tumbuh, belajar, dan menggapai cita-cita tanpa adanya diskriminasi,” ujarnya.

Sementara itu, Nur Khosi’ah mengingatkan pentingnya keberanian untuk melaporkan tindakan perundungan agar dapat segera ditangani secara tepat.

“Bullying tidak boleh terjadi. Jika melihat atau mengalami, segera laporkan kepada orang dewasa yang dipercaya agar bisa segera ditangani,” tegasnya.

Kegiatan yang dipandu oleh moderator Rizky Widya Darojat, S.Pd. ini berlangsung interaktif. Para peserta, khususnya siswa, tampak antusias mengikuti jalannya seminar dan aktif dalam sesi diskusi serta tanya jawab.

Sebagai puncak acara, seluruh peserta mengikuti Deklarasi Anti Perundungan, sebagai bentuk komitmen bersama untuk menolak segala bentuk kekerasan dan membangun budaya sekolah yang menjunjung tinggi nilai empati dan saling menghargai.

Kepala SMP Sunanul Muhtadin, Chisamiddin As Shiddiqin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan pendidikan karakter di sekolah.

“Momentum Hardiknas ini menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan lingkungan yang aman bagi peserta didik,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, SMP Sunanul Muhtadin berharap seluruh warga sekolah dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak, bebas dari perundungan, serta mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.

Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment