CEO TV9 Ziarah Ke Makam Ulama’ Pengusul Nama Nuhudlul Ulama’

oleh -190 Dilihat

DUKUN | NUGres – Kiai Faqih Maskumambang dan Kiai Abdul Hamid bin Faqih Maskumambang merupakan dua Ulama’ asal Dukun Gresik yang memiliki peran penting dalam lintasan sejarah panjang perjalanan organisasi keagamaan terbesar di dunia yakni Nahdlatul Ulama’.

Di kegiatan pengkaderan NU, Madarasak Kader NU (MKNU) di Ponpes Ihyaul Ulum Dukun (11-13/11/2021) lalu, CEO TV9 Hakim Jayli menyempatkan diri untuk berziarah ke makam dua Ulama’ tersebut usai memberikan materi.

Bagi Hakim Jayli, Kiai Faqih dan Putranya, Kiai Abdul Hamid adalah dua sosok perintis dan penggerak NU. Kyai Faqih pernah menjabat Wakilnya Hasratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari (Rois Akbar pertama NU).

“Kyai Faqih juga memberikan pondasi ilmiah bagi kita tentang bahayanya faham Wahabi atas ajaran Ahlusunnah Waljamaah Annahdliyah, melalui kitab karangan beliau yakni Nushush al Islam fi Rodi ala madzhab al Wahabiyyah. Melalui kitab ini, kita tahu bagaimana ketajaman kajian beliau dalam membongkar sesat pikir dan sikap kaum Wahabi serta bagaimana argumentasi yang tepat untuk membentengi ummat,” jelas Hakim.

Simak Juga:  Ratusan Santri dan Alumni Ponpes Attanwir Bojonegoro Gelar Sambung Sanad KH Faqih Maskumambang Dukun Gresik

Sementara putra beliau yakni Kiai Abdul Hamid Bin Faqih Maskumambang, lanjut Hakim. Beliau adalah Kiai yang mula-mula mengusulkan nama dari organisasi kita dengan Nuhudlul Ulama’ yang bearti para Ulama’ siap untuk bangkit.

“Perdebatan tentang memilih nama waktu sangat sengit tapi tetap santai dengan kopi, hehehe. Kiai Mas Alwi bin Abdul Aziz saat itu membantah usulan Kiai Abdul Hamid, dengan alasan Ulama’ ini tidak siap-siap tapi sudah bangkit, maka nama yang tepat adalah Nahdlatul Ulama’,” jelas Hakim seolah mengikuti rapat tersebut.

Saya berharap, sambung Hakim, nantinya ada semacam prasasti atau penanda di dekat batu nisan atau area makam ini yang menjelaskan singkat tentang sosok Ulama’ beserta peristiwa penting yang menandai perjuangan beliau, agar para peziarah dan generasi muda benar-benar mengerti utamanya Millenial NU.

Simak Juga:  Tak Kurang Sejuta Warga NU Hadiri Harlah 1 Abad, Bakal Lanjut Kunjungi Makam Wali?

Letak makam dua Ulama’ ini sebenarnya secara administratif masuk wilayah Desa Lasem Kecamatan Sidayu, namun komplek makam umum tersebut merupakan area yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Sembung Anyar Dukun Gresik yang bersebelahan dengan komplek makam keluarga besar Ponpes Ihyul Ulum. (Redaksi)

Advertisment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *