Dialog IKAPMII Gresik: Alumni Harus Mulai Isi Ruang Profesional di Banyak Bidang

oleh -42 Dilihat

GRESIK  | NUGres – Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKAPMII) Gresik bersama kader-kader PMII Gresik menggelar khotmil qur’an dan buka bersama. Kegiatan dalam rangka peringatan Hari Lahir (Harlah) PMII ke-62 itu digelar di rumah dinas Wakil Bupati Gresik, Rabu (20/4).

Selain menjadi momentum memperkuat solidaritas dan bernostalgia selama menjadi kader, agenda ini juga diisi dengan dialog interaktif membahas berbagai persoalan-persoalan penting bagi pengembangan PMII di Gresik kedepan. Mencetak alumni dan kader untuk mengisi ruang-ruang profesional dalam berbagai bidang menjadi menjadi salah satu topik menarik yang diperbincangkan.

Ketua Ikapmii Gresik, Aminatun Habibah mengatakan, pertemuan ini adalah upaya menyatukan berbagai gagasan dan membaca potensi alumni demi eksistensi PMII di Gresik.

“Sudah saatnya gagasan-gagasan Alumni PMII diwujudkan dengan berbagai karya-karya, sehingga bisa dirasakan manfaatnya untuk masyarakat umum, khususnya warga Gresik,” katanya.

Simak Juga:  Ketua PCNU Gresik Terima Kunjungan Kapolres Gresik yang Baru, Rembug Persiapan Puncak 1 Abad NU

Perempuan yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Gresik itu menyebut, alumni PMII memiliki potensi yang besar untuk mengisi di segala bidang. Karena itu, sudah saatnya para alumni berkiprah di banyak bidang yang lebih profesional, baik di dunia korporasi, birokrasi, pemerintahan, maupun intelektual perguruan tinggi.

“Kami selalu memikirkan bagaimana Gresik ini terus lebih baik,” tandasnya.

Senada disampaikan Musa. Mantan Ketua PC PMII Gresik generasi ketiga yang kini menjabat Anggota DPRD Gresik itu menerangkan bahwa ruang alumni adalah bukan lagi ruang diskusi, tetapi ruang yang lebih aktual.

“Sehingga ke depan karya-karya dan gagasan alumni bisa dirasakan oleh masyarakat banyak,” terangnya.

Sementara itu, Sul Anam salah satu alumni yang menjabat Ketua Lazisnu PCNU Gresik menyampaikan, senior-senior PMII harus konsen bergerak di bidang yang lebih profesional.

Simak Juga:  Sambut Abad Kedua NU, Fatayat Ranting Suci Gelar "Miss Fatayat"

“Kalau dulu kita dikenal dengan agen ekstra perlementer, tetapi ada saatnya nanti kita akan dihadapkan dengan ruang-ruang yang lebih kongkrit lagi,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Baznas Gresik Sholahuddin yang juga alumni PMII mengungkapkan, profesionalitas warga pergerakan saat ini harus dibuktikan di tengah masyarakat. Khususnya membantu pemerintah dalam menangani berbagai problem, seperti kemiskinan, pengangguran, kesenjangan sosial, dan masih banyak lagi.

“PMII itu punya idealisme, punya optimisme, dan kepedulian terhadap kaum lemah. Ke depan harus terus kita tingkatkan profesionalitas di masing-masing bidang sesuai potensi yang dimiliki, agar lebih bermanfaat untuk masyarakat umum,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *