Diikuti Ratusan Jamaah, Pesantren Al Fithroh Sitarda Gresik Gelar Istighosah Musabbi’at

oleh -119 Dilihat
Ratusan jamaah ikuti Istighosah Musabbi'at di Pondok Pesantren Salafy Al Fithroh Sitarda, Ujungpangkah Gresik. Foto: NUGres
Ratusan jamaah ikuti Istighosah Musabbi'at di Pondok Pesantren Salafy Al Fithroh Sitarda, Ujungpangkah Gresik. Foto: NUGres

UJUNGPANGKAH | NUGres – Ratusan jamaah dari Ujungpangkah dan sekitarnya mengikuti Istighosah Musabbi’at di Pondok Pesantren Al Fithroh Sitarda, Desa Pangkahkulon, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Sabtu Malam (29/7/2023).

Para jamaah yang hadir nampak khidmat dan khusyuk mengikuti serta menirukan bacaan Istighosah Musabbi’at yang dipimpin oleh Pengasuh Pondok Pesantren Salafy Al Fithroh Sitarda, KH Mahrus Munir.

Usai pembacaan Rotib Istighosah Musabbi’at, dilanjutkan dengan doa. Usai memanjatkan doa bersama, para jamaah beringsut meninggalkan Pondok Pesantren Al Fithroh.

Sedangkan para Gawagis dari sejumlah Pondok Pesantren dan Alumni Pondok Pesantren Al Fadlu di Gresik dan Lamongan menggelar ramah tamah dan diskusi santai di Ndalem Kiai Mahrus.

Simak Juga:  Semarak 10 Muharrom Lazisnu Cabang Baweaan Berikan Santunan 550 Anak Yatim

Dalam kesempatan itu, Kiai Mahrus yang merupakan dzuriyah Al Muniroh Ujungpangkah Gresik ini merasa berbahagia dan terhormat atas hadirnya para Gawagis dan Alumni Santri Al Fadlu wal Fadlilah Kaliwungu.

“Kami ucapkan terima kasih, semoga jalinan silaturrahim para Gus ini berkelanjutan. Untuk para alumni pondok semoga kegiatan ini juga dapat menyenangkan Keluarga Ndalem Mbah Dim, kiai kita semua,” kata Kiai Mahrus.

Rais Syuriah MWCNU Ujungpangkah ini juga mengajak para alumni santri Kaliwungu membuat senang hati Guru. Utamanya meneladani yang menjadi pergerakan dan perjuangan almaghfurlah KH Dimyati Rois atau Mbah Dim.

Kendati menurut sepengetahuan Kiai Mahrus, bahwa Mbah Dim merupakan sosok yang tidak pernah menyuruh-nyuruh para santri dan alumni santri. “Namun Mbah Dim sesungguh mengharapkan para santri-santrinya dapat melanjutkan pergerakannya,” tutupnya.

Simak Juga:  PCNU Beristighosah, Bupati Serukan Warga Gresik Turut Hadiri Puncak 1 Abad NU

Sekedar diketahui, Rotib (susunan wirid) Istighosah Musabbi’at sendiri diperkenalkan pada sekira pertengahan 2003 silam oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al Fadlu wal Fadlilah Kaliwungu, Almaghfurlah KH Dimyati Rois.

Istighotsah atau doa memohon pertolongan Allah Swt dengan istilah musabiat dikarenakan beberapa wirid dibaca 7 kali, dari bahasa arab Sab’ah yang artinya tujuh. Adapun wirid yang dibaca merupakan surah-surah pendek dari Al Qura’n.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *