Dorong Lahirnya Kreator dan Influencer di Madrasah, Pegiat NUGres Media Berbagi Pengalaman bersama Siswa MAN 2 Gresik

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Usai mendapat sejumlah materi tentang teknik menjadi host hingga mendapatkan materi video reportase dari pegiat NUGres Media, siswa MAN 2 Gresik diajak praktik secara langsung, Sabtu (4/10/2025). Foto: NUGres

GRESIK| NUGres – Pengetahuan para pelajar dalam menyelami berbagai informasi di media digital sudah tidak diragukan. Mereka terlahir di tengah era digital, yang sering disebut sebagai digital natives. Namun demikian, pemanfaatan ruang siber tanpa pengetahuan yang cukup justru dapat menimbulkan risiko, terutama jika tidak dibarengi dengan kemampuan literasi media yang baik.

Salah satu pegiat NUGres Media, Chidir Amirullah, berkesempatan berkunjung ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Gresik di Kecamatan Benjeng untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman seputar dunia media dan jurnalisme pelajar. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (4/10/2025) siang, dan diikuti oleh sejumlah siswa yang antusias ingin mengenal lebih dekat teknik dasar reportase.

Pemuda yang dikenal aktif dalam produksi video berita ini menjelaskan pentingnya mendokumentasikan aktivitas sekolah sebagai arsip digital yang bernilai positif. Menurutnya, kehadiran pelajar di ruang digital seharusnya tidak sekadar menjadi penonton, melainkan juga kreator yang mampu menebarkan nilai-nilai kebaikan.

“Menyenangkan bisa membagikan pengetahuan kepada adik-adik. Kami sangat mendukung lahirnya generasi di Kabupaten Gresik yang sadar bahwa ruang digital penting dimanfaatkan untuk mengarsipkan kegiatan positif,” ujarnya, Ahad (5/10/2025).

Dalam sesi berbagi itu, Wakil Ketua Pengurus Cabang Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (PC LTNNU Gresik) itu memperkenalkan teknik dasar menjadi host atau pembawa acara reportase. Ia menekankan pentingnya melakukan riset dan observasi lapangan sebelum seorang reporter menyampaikan materi di depan kamera.

Menurut Chidir, hal itu akan membantu host menyusun narasi yang relevan dan mengalir saat berbicara di depan kamera. Selain itu, ia juga mengajarkan cara melakukan wawancara agar hasilnya informatif.

Sementara dalam materi videografi dan pengambilan gambar reportase, Chidir memberikan penjelasan sederhana namun praktis tentang alur perekaman. Ia menekankan bahwa setiap objek yang direkam seperti mata manusia. Ia bilang harus memiliki visi yang jelas agar pesan visual dapat tersampaikan runtut dengan baik.

“Jangan terlalu sering menyeret gambar atau istilahnya panning saat mengambil video. Karena video reportase berbeda dengan video senimatik ala-ala video pendek. Panning itu harus punya visi, misalnya ingin menunjukkan suasana yang tampak meriah dari ujung hingga akhir. Lalu, upayakan dari arah depan ke samping kanan, jangan ke kiri, dan usahakan tidak lebih dari 90 derajat,” paparnya di hadapan peserta.

Chidir juga berbagi pengalaman tentang komposisi video, ia sampaikan perekaman video yang menyasar objek seorang host memiliki nilai estetika.

“Salah satunya jangan sampai batas kepala objek yang direkam itu seoalah tidak dapat ruang cukup, alias kayak kena crop. Dan sebaiknya wawancara memerhatikan kejelasan suara. Kalau pun bising karena suatu acara cari tempat yang tidak berisik. Atau mungkin bisa menggunakan mic yang sudah dilengkapi peredam suara, karean memang wawancara ingin mendapatkan background aktivitas kegiatan yang semarak,” ujarnya.

Sementara itu kunjungan NUGres Media ini juga mendapatkan apresiasi dari Waka Kesiswaan MAN 2 Gresik Trinaryah, S.Pd., “Alhamdulillah terima kasih untuk bimbingannya serta ilmunya. Insya Allah ke depannya kami berharap lebih banyak lagi anak-anak yang mendapatkan bimbingan sehingga bisa meningkatkan kemampuan literasi digitalnya,” tutur Trinaryah.

Melalui kegiatan tersebut, NUGres Media yang kerap memberikan pendidikan literasi bagi para siswa madrasah dan sekolah di Kabupaten Gresik berharap pelajar MAN 2 Gresik maupun sekolah dan madrash lainnya dapat menjadi pionir literasi digital di lingkungannya masing-masing.

“Kami mendorong munculnya “maskot kreatif serta influencer madrasah. Banyak lahir generasi muda yang cakap, cerdas, dan mampu menyebarkan pesan positif dari lingkungan sekolah melalui karya digital yang inspiratif,” tandas Chidir memungkasi.

Editor: Redaksi

Leave a comment