GP Ansor Gresik Menduga, Ritual Pernikahan Manusia dan Kambing Tidak Sebatas Konten

oleh -29 Dilihat

GRESIK | NUGres  – Kecaman terhadap pernikahan nyeleneh antara manusia dengan kambing di Pesanggrahan Ki Ageng, Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng terus berdatangan. Banyak pihak merasa terpukul dengan adanya ritual yang dinilai telah menodai norma agama tersebut. Apalagi, Kabupaten Gresik tersohor dengan sebutan Kota Santri lantaran banyak pondok pesantren (Ponpes) dan makam Auliya seperti Sunan Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri.

Pernikahan nyeleneh antara manusia dengan kambing itu terlanjur menjadi buah bibir perbincangan masyarakat Gresik maupun luar daerah. Meski pihak penyelenggara berdalih hanya sekedar membuat konten, bahkan sudah membuat klarifikasi. Namun hal tersebut seolah tidak bisa membendung kekecewaan masyarakat.

Fakta mencengangkan lainnya, kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan warga biasa. Sebab ternyata, pernikahan pria bernama Saiful Arif (44), warga Desa Klampok, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, dengan seekor kambing betina yang diberi nama Sri Rahayu Bin Bejo itu juga menyeret dua Anggota DPRD Gresik dari Fraksi Nasdem.

Dua Anggota DPRD Gresik Fraksi Nasdem itu yakni Nurhudi Didin Arianto selaku penyelenggara sekaligus pengasuh Pesanggrahan Keramat ‘Ki Ageng’, di Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng. Dan yang kedua Muhammad Nasir yang hadir sebagai tamu.

Menyikapi hal itu, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Gresik, Abdul Rokhim mengutuk keras ritual yang telah menodai norma agama tersebut. Dia sangat prihatin dan meminta kasus ini harus menjadi perhatian bersama.

Simak Juga:  PC GP Ansor Gresik Gerak Cepat Bantu Warga Terdampak Banjir

“Khususnya organisasi keagamaan dan pemerintah, yang jelas ini sangat melukai masyarakat gresik. Apalagi Gresik dikenal luas sejak lama dengan sebutan kota santri dan kota wali,” ungkap Rokhim.

Mengenai dalih pengunggah video hanya untuk konten di media sosial Tik Tok dan Youtube. Rokhim justru balik menyayangkan, sebab masih banyak kreatifitas lain yang bisa dilakukan secara positif dan edukatif.

“Apa tidak ada kreatifitas lain untuk sebuah konten positif yang bersifat mengedukasi masyarakat?,” tanya Rokhim dengan nada kesal.
Rokhim menduga, pernikahan manusia dan kambing yang dilakukan oleh seorang pria mengatasnamakan dirinya sebagai spiritual tersebut justru lebih dari sekedar membuat konten, karena mengandung menganut ajaran tertentu. Untuk itu, polemik ini harus benar-benar ditelusuri lebih dalam dan diluruskan.

“Saya kira tidak hanya sebatas konten saja, karena pada awalnya pria yang dinikahkan mengaku spiritualis dan melakukan pernikahan nyeleneh itu dengan dalih-dalih tertentu, dapat wangsit ataupun lainnya, untuk itu persoalan ini harus diluruskan, apakah hanya konten? Ataukah memang ada aliran atau ajaran tertentu,” beber dia.

Simak Juga:  Padatnya Lailatul Ijtima' di Ranting NU Patra Raya Cerme Gresik, dari Pelantikan Hingga Pengajian Maulid

Dengan dalih apapun, sambung Rokhim, pernikahan antara manusia dan kambing sudah menyalahi kaidah dan norma-norma agama, tradisi dan budaya yang ada. Bahkan di Indonesia sekalipun.

“Jangan malah mendestruksi kulture sosial dan budaya kita yang sudah sesuai dengan norma agama. Nah, pemahaman keagamaan perlu diedukasi ke masyarakat secara menyeluruh agar kasus ini tidak terulang lagi,” tegasnya.

Seperti diketahui, warga Gresik dihebohkan dengan ritual pernikahan antara manusia dengan kambing. Video pernikahan nyeleneh tersebut diunggah ke kanal youtube dengan judul “Viral ! Video Pria asal Gresik Menikahi Seekor Domba, Alasannya Dapat Wangsit”.

Belakangan, diketahui pernikahan itu terjadi di Pesanggrahan Keramat Ki Ageng, Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, pada Minggu (5/6/2022). Pengantin pria adalah warga Desa Klampok, Kecamatan Benjeng, bernama Saiful Arif (44), yang menikahi seekor kambing betina yang yang disimboliskan sebagai anak dari Sri Kinasih dan diberi nama Sri Rahayu bin Bejo.

Pernikahan itu digelar di rumah salah satu anggota DPRD Gresik dari Partai Nasdem, Nurhudi Didin Arianto, atau yang akrab disapa Ki Ageng Gus Nur Hudi selaku pemilik Pesanggrahan Keramat ‘Ki Ageng’ di Desa Jogodalu Kecamatan Benjeng. (Rifq)

Advertisment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *