Grebeg Maulid Pesantren Al Ikhlas, dari Gelaran Wayang Purwa hingga Sajikan Kreasi Seni Tari Islami

oleh -103 Dilihat

PANCENG | NUGres – Pondok Pesantren Al Ikhlas Dusun Mulyorejo Desa Dalegan, Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik, punya cara khas kala melakukan penyambutan Maulid atau Hari Lahirnya Nabi Muhammad SAW 1444 H. Pesantren ini menyemarakkannya dengan Pengajian umum, Pagelaran Wayang Kulit, hingga menyajikan kreasi kesenian Islami.

Kendati bukan kali pertama bagi Pesantren yang tidak jauh dari destinasi wisata Pantai Pasir Putih Dalegan Panceng ini. Namun pesantren di bawah naungan KH Alfin Sunhaji ini memang memberikan ruang yang cukup luas bagi perkembangan kebudayaan di Gresik.

“Selain sebagai tempat belajar ilmu agama, Pesantren ini juga berikhtiar membangun imajinasi positif dan pikiran terbuka bagi para Santri. Pesantren ini semoga bermanfaat dan dapat mengawal fase perkembangan remaja yang butuh identitas diri sekaligus identitas bangsa yang berbudaya,” kata KH Alfin Sunhaji, Pemangku PP Al Ikhlas, Kamis (29/9/2022).

Simak Juga:  Padatnya Lailatul Ijtima' di Ranting NU Patra Raya Cerme Gresik, dari Pelantikan Hingga Pengajian Maulid

Sementara pagelaran wayang kulit menghadirkan Dalang kondang dari Malang yakni Ki Ardi Poerbo Antono. Diketahui nama Ki Ardhi dikenal merupakan salah seorang jajaran kepengurusan LESBUMI PBNU. Tidak hanya gelaran wayang, Para Santri Al Ikhlas juga memeriahkan dengan Sholawat Al Banjari.

Selain itu ada pula penampilan dari bintang tamu dari komunitas tari kreasi baru Komunitas Seni Budaya Nyai Ageng Pinatih (KSB NAP). Tiga orang remaja menampilkan tarian islami berjuluk Tari Rancangkapti. Sajian tari ini pun mempesona seluruh mata penonton yang hadir. Sedangkan para penonton Grebeg Maulid di Pesantren Al Ikhlas ini terdiri dari para Santri, Wali santri, Tetokoh setempat, serta Masyarakat umum.

Simak Juga:  Nahdliyin Gresik Tumplek Blek di TPI, Ikuti Lumpur Bersholawat

Kiai Alfin juga kerapkali menghadirkan pengajian keagamaan dengan tema keislaman dan spiritualitas maysarkat nusantara. Hal ini lantaran sosok yang diidolakannya, yakni KH Agus Sunyoto yang menurutnya sedikit banyak memengaruhi gerak langkahnya dalam mengelola pesantren yang telah didirikan.

Bahkan semasa KH Agus Sunyoto menggelar Ngaji Sejarah di sejumlah desa di wilayah pesisir pantai utara Gresik, di antaranya beberapa desa di Manyar, Bungah, Sidayu, Ujungpangkah dan sebagainya, Kiai Alfin kerap kali membersamai sang Guru.

“Strategi kebudayaan yang Kiai Agus Sunyoto tawarkan dan sering menjadi wejangan melalui Sejarah para Wali Songo itu sangatlah komplit. Pola dakwah Kiai Agus menyandingkan islam dan kebudayaan yang sangat fundamental,” pungkas Ketua LESBUMI NU Gresik 2016-2021 ini. (Chidir)

Advertisment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *