Guyuran Hujan Tak Surutkan Gelaran Diklatama III DKAC CBP KPP IPNU IPPNU Benjeng Gresik

oleh -156 Dilihat
Belasan peserta mengikuti Pendidikan dan Latihan Pertama (Diklatama) III, Dewan Koordinasi Anak Cabang (DKAC) Corp Brigade Pelajar (CBP) Korp Pelajar Putri (KPP) IPNU IPPNU Benjeng. Foto: dok PAC IPNU IPPNU Benjeng/NUGres
Belasan peserta mengikuti Pendidikan dan Latihan Pertama (Diklatama) III, Dewan Koordinasi Anak Cabang (DKAC) Corp Brigade Pelajar (CBP) Korp Pelajar Putri (KPP) IPNU IPPNU Benjeng. Foto: dok PAC IPNU IPPNU Benjeng/NUGres

BENJENG | NUGres – Berbagai tantangan mewarnai jalannya Pendidikan dan Latihan Pertama (Diklatama) III, Dewan Koordinasi Anak Cabang (DKAC) Corp Brigade Pelajar (CBP) Korp Pelajar Putri (KPP) IPNU IPPNU Benjeng.

Mulai dari hujan yang mengguyur, hingga rundown yang tidak sesuai rencana awal. Namun, semua tantangan ini berhasil diatasi oleh panitia, pengurus, dan peserta dengan semangat penuh kreativitas dan keberanian.

Kegiatan Diklatama III DKAC CBP KPP IPNU IPPNU Benjeng berlangsung pada 9 – 11 Februari 2024, di SMP Miftahurrohman Desa Punduttrate Kecamatan Benjeng, Gresik.

Proses pengkaderan ini mengusung tema “Optimalisasi Regenerasi dalam Tubuh Kaderisasi dan Organisasi”. Tujuannya, untuk meningkatkan kualitas kader CBP KPP yang siap mengemban amanah sebagai generasi penerus bangsa dan organisasi.

Simak Juga:  IPNU Gresik, Ajak Anggota Paham Jurnalistik

“Kegiatan ini penuh tantangan. Tak hanya para peserta, termasuk juga dirasakan oleh panitia dan pengurus. Namun, kami tetap pantang menyerah dan berusaha mencari solusi terbaik,” ujar Ketua PAC IPNU Benjeng, rekan Farid Alfandi.

Hal senada disampaikan Ketua PAC IPPNU Benjeng, rekanita Salmah Rosyidah. Menurutnya, banyak keputusan-keputusan yang harus diambil dengan seketika.

“Semalam hujan, itu di luar kendali kita. Mulanya peserta tidur di tenda di lapangan, karena lapangan tergenang akhirnya kita pindahkan ke ruangan kelas,” jelasnya, Sabtu (10/2/2024).

“Intinya, banyak hal diluar kendali kita semua. Banyak keputusan-keputusan yang harus diambil dengan seketika. Tapi, ini semua menjadi pembelajaran bagi kami,” katanya.

Meski demikian, tantangan yang dihadapi tidak menyurutkan semangat para peserta dan panitia untuk berproses dan bertumbuh bersama. Sebanyak 18 peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan. Mereka mendapatkan materi dan pembekalan dari narasumber yang kompeten di bidangnya.

Simak Juga:  Makesta PK IPNU-IPPNU MTs Syarif Hidayatulloh, Kembalikan Eksitensi Pelajar NU

Penulis: Febrian Kisworo
Editor: Chidir Amirullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *