Hadiri Pelantikan PC GP Ansor Gresik, Sekjen PP GP Ansor Sampaikan Tiga Pesan Kunci

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pimpinan Pusat GP Ansor, H. A. Rifqi Al Mubarok (Gus Rifqi) membagikan analogi perkhidmatan organisasi hingga menyampaikan tiga pesan kunci. Foto: YouTube PC GP Ansor Gresik/NUGres

GRESIK | NUGres – Hadir di tengah-tengah prosesi pelantikan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Gresik (PC GP Ansor Gresik) masa khidmat 2024 – 2028, Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat GP Ansor, H. A. Rifqi Al Mubarok (Gus Rifqi) membagikan analogi perkhidmatan organisasi hingga menyampaikan tiga pesan kunci.

Mengawali arahan di hadapan kader Ansor maupun pengurus Ansor Gresik yang baru saja dilantik, Gus Rifqi berkisah jika perjalanannya ke Kabupaten Gresik ia selalu teringat dan tergambar salah satu bahan material bangunan, semen.

Ibarat semen, Gus Rifqi mengandaikan bahwa berkhidmat di Ansor tak melulu harus terlihat dipermukaan, namun tetap berperan sangat penting memperkokoh bangunan.

“Filosofi semen, ini kalau saat membangun setelah jadi semen nggak kelihatan. Apa ada, sebuah bangunan yang dilepah—dibangun dari semen, kemudian setelah jadi semennya akan kelihatan? nggak kelihatan, yang kelihatan keramiknya, marmernya, catnya. Semennya nggak kelihatan,” ungkap Gus Rifqi.

Karenanya, Gus Rifqi mengajak kader Ansor merenungkan makna tersirat dari semen sebagai komponen vital dalam pembangunan dalam tubuh organisasi walau tidak terlihat.

“Kita nggak perlu flexing. Kita nggak perlu “wah-wahan”. Nggak perlu kelihatan. Tetapi kita terus menjadi komponen yang menjadi kokohnya sebuah organisasi, kokohnya sebuah bangunan,” imbuh Gus Rifqi seperti dalam tayangan live streaming YouTube PC GP Ansor Gresik.

Lebih lanjut, Gus Rifqi dalam kesempatan sambutan pengarahannya mewedar tiga pesan kunci yang merupakan faktor paling penting dalam organisasi, khususnya GP Ansor. Tiga hal itu antara lain kaderisasi, kepemimpinan, serta kecintaan yang mewujud loyalitas terhadap organisasi Ansor.

“Kaderisasi ini merupakan salah satu komponen utama bagaimana organisasi ini tetap kokoh. Kaderisasi ini menjadi ruang di mana kepemimpinan kita dari atas ke bawah itu terjaga,” tukasnya.

Dengan secara konsisten melaksanakan kaderisasi, Gus Rifqi bilang bahwa muruah organisasi akan senantiasa terjaga. Sebaliknya, tanpa kaderisasi, organisasi tidak akan pernah dilihat oleh orang lain maupun stakeholder.

“Gerakan pemuda Ansor ini besar ya karena kaderisasinya. Jadi apapun situasinya sahabat-sahabat, Pimpinan Cabang, PAC, harus melakukan kaderisasi,'” pesannya.

Faktor penting kedua, Gus Rifqi menyebut tentang kepemimpinan. Dalam pengarahannya, ia menyebutkan bahwa kepemimpinan yang kuat menjadi modal utama bagi GP Ansor menghadapi berbagai macam tantangan.

“Pasti akan kuat jika kepemimpinan sahabat-sahabat ini betul-betul terjaga. Tidak pernah menjadikan organisasi ini alat untuk pribadinya, tapi betul-betul untuk umat,” tegasnnya.

Ketiga, faktor yang menentukan kuatnya organisasi GP Ansor adalah tata kelola organisasi serta kesadaran partisipasi aktif para kader.

“Maka penting bagi kita, untuk menyadari bahwa organisasi ini adalah penting. Ketika kita berangkat dari hal yang sederhana di organisasi kemudian menjadi orang yang besar, menjadi orang yang disegani, mempunyai kekuatan secara politik maupun finansial, jangan pernah lupa terhadap organisasi. Jangan pernah lupa kepada kader. Karena dari mereka lah kita menjadi besar,” tandasnya.

Di penghujung sambutan pengarahannya, Sekjen Pimpinan Pusat GP Ansor masa kepemimpinan Ketua Umum H. Addin Jauharudin meyakini bahwa dari Gerakan Pemuda Ansor di Gresik akan semakin memperkokoh posisi GP Ansor di mata dunia.

Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment