Ikuti Halaqah Ulama Nusantara RMI PBNU, Ketua RMI NU Gresik: Mencerahkan!

oleh -94 Dilihat
Suasana rapat pleno Halaqah Ulama Nusantara yang diselenggarakan oleh Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, pada hari ketiga/penghujung acara, Kamis (13/7/2023). Foto: NUGres
Suasana rapat pleno Halaqah Ulama Nusantara yang diselenggarakan oleh Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, pada hari ketiga/penghujung acara, Kamis (13/7/2023). Foto: NUGres

LAMONGAN| NUGres – Halaqah Ulama Nusantara Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) PBNU telah berlangsung Selasa – Kamis, 11 – 13 Juli 2023. Pembukaan yang dihadiri sejumlah tokoh penting nasional itu telah berlangsung di Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Jawa Timur.

Kegiatan Halaqah Ulama Nusantara berlanjut dengan pleno yang terbagi dalam tiga komisi yang membahas; dinamika kitab kuning, rekognisi pendidikan pesantren, dan asosiasi lembaga-lembaga pendidikan islam.

Pembahasan tiga komisi tersebut bertempat di Aula Makbarah Syekh Maulana Ishaq Kemantren Paciran Lamongan. Sekira 2,5 kilometer dari Pondok Pesantren Sunan Drajat yang tengah difokuskan untuk gelaran Musabaqah Qiraatil Kutub Nasional (MQKN) Tahun 2023.

Kepada NUGres, Ketua Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama Cabang Gresik (RMI NU Gresik), Gus Musfis Salam mengungkapkan, bila dirinya sangat mengapresiasi gelaran tersebut.

“Tentunya kami sangat mengapresiasi. Banyak hal-hal baru yang kami dapatkan selama berlangsungnya Halaqah ini, mencerahkan!,” katanya, Jum’at (14/7/2023) siang.

Simak Juga:  Puncak Peringatan Maulid Nabi dan Hari Santri, RMI MWCNU Bungah Gelar Bungah Bersholawat

Lebih lanjut, dinamika forum komisi yang ia ikuti menunjukkan antusiasme peserta halaqah dalam merespons masa depan pesantren. Halaqah ini sebagian besar diikuti oleh para pengasuh pondok pesantren para Kiai, Bu Nyai, Gus dan Ning, dari seluruh Indonesia.

“Misalnya, kami RMI NU yang berada di Gresik mendapatkan tantangan, salah satunya misalnya bagaimana strategi terapan ide dan konsep untuk merevitalisasi kitab kuning di zamannya,” sambung zuriah Pendiri Pondok Pesantren Al Karimi Tebuwung Gresik ini.

Ketua Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU Gresik), Gus Musfis Salam, di lokasi acara Halaqah Ulama Nusantara RMI PBNU. Foto: NUGres

Sementara, Ketua RMI PBNU KH Hodri Ariev, dalam keterangannya menjelaskan, bila topik halaqah Menyambut peradaban baru, Menguatkan Pesantren dan Revitalisasi Kitab Kuning’ ini menyambut dan menerjemahkan tagline PBNU yakni ‘Merawat Jagat, Membangun Peradaban’.

Simak Juga:  Kapolri Kurban Satu Ekor Sapi di Ponpes Zainal Abidin Gresik

“Gagasan besar ini menurut kami harus didukung oleh semua pihak, semua elemen, secara khusus di lingkungan Ulama. Dan kami di Rabithah menerjemahkan dalam sekup yang lebih sempit, lebih spesifik merawat pesantren membangun peradaban,” terangnya, melalui TVNU diakses NUGres, Jumat (14/7/2023) sore.

Dikatakan KH Hodri, topik besar yang didiskusikan pada Halaqah kali ini, juga merupakan wujud pelibatan RMI NU dalam ikhtiar PBNU mewujudkan tatanan dunia yang lebih baik serta mendorong kemaslahatan.

“Dunia yang mendorong terwujudnya kemaslahatan bagi seluruh umat manusia. Yang kedua, tentu sebagai ikhtiar untuk bisa memberikan sumbangsih dalam upaya menyelesaikan berbagai permasalahan kemanusiaan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, halaqah ini juga bertujuan untuk mendorong kualitas pendidikan di pesantren, mendorong penguatan pesantren secara kelembagaan, serta mendorong kerja sama atau networking antara pesantren dengan lembaga-lembaga pendidikan yang lain.

“Sedangkan revitalisasi kitab kuning diharapkan menjadi rujukan utama ketika kita menghadapi masalah dan menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi saat ini,” tandasnya.

Advertisment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *