GRESIK | NUGres – Institut Al Azhar (ISTAZ) Menganti Gresik menorehkan sejarah baru. Hal ini setelah kampus yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Darul Ihsan secara resmi memperoleh Surat Keputusan (SK) pembukaan Program Studi Magister (S2) Pendidikan Agama Islam (PAI) dari Kementerian Agama Republik Indonesia.
Penyerahan SK dilakukan secara langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. Amien Suyitno, dalam acara seremonial yang digelar di Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri, Ahad (20/7/2025) di Aula Utama Universitas Islam Tribakti Lirboyo, Kediri.
Tampak hadir jajaran pimpinan Univeristas Islam Tribakti Lirboyo Kediri dan juga pimpinan ISTAZ Menganti Gresik, serta tokoh pendidikan Islam setempat. Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag., dalam sambutannya menegaskan bahwa dosen tidak boleh stagnan dalam berkarier. Menurutnya, penguasaan keilmuan menjadi sangat penting.
“Dosen harus mampu menulis artikel ilmiah, karena banyak dosen yang kesulitan menghasilkan karya tulis. Inisiatif seperti Program Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) hadir untuk mendukung dosen pemula, dengan entri poin berupa bukti bahwa mereka adalah dosen sejati,” ujarnya.
Ditambahkannya, terdapat perbedaan signifikan antara guru dan dosen. Guru hanya memiliki satu dharma yaitu mengajar, sementara dosen wajib melaksanakan tiga dharma yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Dosen yang tidak memiliki publikasi ilmiah cenderung hanya menjalankan peran seperti guru,” imbuh Prof. Amien Suyitno.
Mewakil seluruh civitas akademika, Rektor ISTAZ Menganti Gresik Dr. H. Imam Bahrozi, M.M. merasa berbahagia atas dibukanya S2 PAI ISTAZ ini. Ia sangat optimis prodi ini semakin menegaskan keunggulan dalam pengembangan keilmuan dan riset Pendidikan Agama Islam berbasis kajian keislaman Aswaja an-Nahdliyah, dengan target berdaya saing internasional pada tahun 2035.
“Kami telah bekerja keras memenuhi standar ketat yang ditetapkan Kementerian Agama. Kurikulum kami dirancang untuk memperkuat Integrasi, interkoneksi, kolaborasi keilmuan Islam dengan metafora panji ilmu,” ungkap Rektor ISTAZ Menganti GresiknDr. H. Imam Bahrozi, M.M.
Keberhasilan memperoleh SK ini menjadi bukti komitmen Institut Al Azhar Menganti Gresik dalam mewujudkan visi internasionalnya. Program ini telah menjalin komunikasi awal dengan berbagai ilmuan dari universitas ternama di Malaysia, Thailand, Irak, Iran, Nigeria dan Mesir untuk mendukung pertukaran akademik dan penelitian bersama.
“Kami ingin lulusan kami tidak hanya kompeten di tingkat nasional, tetapi juga mampu berkontribusi dalam diskursus pendidikan Islam global,” tambah Dr. Imam Bahrozi, MM.
Kurikulum Program Magister PAI dirancang untuk memadukan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Mahasiswa akan dibekali keahlian dalam analisis kebijakan pendidikan Islam, pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi, dan riset interdisipliner yang relevan dengan isu-isu kontemporer seperti pendidikan Islam di era digital dan dialog antaragama.
Untuk mendukung visi internasional, Institut Al Azhar Menganti Gresik telah melengkapi fasilitas kampus dengan perpustakaan digital, laboratorium penelitian, dan akses ke jurnal internasional.
“Fasilitas ini memastikan mahasiswa kami memiliki sumber daya terbaik untuk menghasilkan riset berkualitas dan publikasi ilmiah bereputasi,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Muhamad Arif, M.Pd.
Penerimaan mahasiswa baru untuk Program Magister PAI akan dimulai pada 21 Juli 2025, menargetkan pendidik, peneliti, dan praktisi pendidikan Islam dari berbagai latar belakang. ISTAZ Menganti Gresik juga menawarkan beasiswa bagi kandidat berprestasi, sebagai wujud komitmen memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas.
Dengan dukungan penuh dari Nahdlatul Ulama dan Kementerian Agama, Institut Al Azhar Menganti Gresik optimistis bahwa Program Magister PAI ini akan menjadi pusat keunggulan pendidikan Islam.
“Penyerahan SK ini adalah awal dari perjalanan panjang menuju visi kami di tahun 2035. Kami siap mencetak lulusan yang menjadi agen perubahan di bidang pendidikan Islam global,” tutup Dr. Rifqi Rahman Ketua Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam.
Editor: Chidir Amirullah

