Kado Hari Santri, Ratusan Anak Yatim Terima Santunan dari Lazisnu MWCNU Panceng Gresik

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Khidmat dan haru mewarnai peringatan Hari Santri Nasional 2025 yang digelar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Panceng pada Rabu (22/10/2025). Foto: dok MWCNU Panceng/NUGres

PANCENG | NUGres – Suasana khidmat dan haru mewarnai peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 yang digelar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Panceng pada Rabu (22/10/2025), di lapangan sepak bola Desa Serah Kecamatan Panceng, Gresik.

Tidak hanya diisi dengan upacara, momen ini juga menjadi ajang kepedulian sosial melalui kegiatan santunan anak yatim yang diselenggarakan oleh Lazisnu MWCNU Panceng.

Kegiatan ini dihadiri ratusan peserta yang terdiri dari santri, para kiai, tokoh masyarakat, dan jajaran pengurus NU setempat. Lebih dari 100 anak yatim dari 24 ranting NU di wilayah Kecamatan Panceng hadir untuk menerima bantuan santunan secara langsung.

Kegiatan ini mendapat perhatian khusus dari Katib PCNU Gresik KH. Abdul Malik, yang turut hadir memberikan motivasi kepada para santri dan doa untuk anak-anak yatim.

Hadir pula jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Panceng, Asosiasi Kepala Desa (AKD) Panceng, serta badan otonom NU seperti GP Ansor, Fatayat, Muslimat, IPNU IPPNU, Pagar Nusa, dll.

“Peringatan Hari Santri tidak hanya menjadi pengingat akan peran besar santri dalam sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga momentum untuk menebarkan nilai-nilai kepedulian sosial. Semangat berbagi dan solidaritas ini adalah bagian dari warisan perjuangan santri,” ujar Kiai Malik.

Santunan yang diberikan berupa bantuan uang tunai dan bingkisan sembako, yang dihimpun oleh Lazisnu MWCNU Panceng bekerja sama dengan sejumlah mitra strategis.

Di antaranya adalah BMT Mandiri Sejahtera, Koperasi Syariah (Kopsyah) MUI, dan Baper Panceng, yang turut memberikan kontribusi dana untuk mendukung kegiatan ini.

Ketua Lazisnu MWCNU Panceng, dalam keterangannya, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin lembaganya yang disinergikan dengan momentum-momentum penting seperti Hari Santri.

“Kami ingin menunjukkan bahwa NU hadir tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga dalam aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Anak-anak yatim adalah amanah bersama, dan menjadi tanggung jawab kita untuk membahagiakan mereka,” ujarnya.

Kehadiran para santri yang mengikuti upacara Hari Santri dengan penuh semangat, berpadu dengan senyum bahagia anak-anak yatim yang menerima santunan, menciptakan suasana yang penuh makna. Di tengah tantangan zaman, semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang diusung NU tetap hidup dan relevan.

Dengan mengangkat tema besar Hari Santri 2025, “Mengawal Indonesia Merdeka, menuju Peradaban Dunia”, kegiatan ini menjadi bukti bahwa jihad santri tidak hanya soal perjuangan fisik, melainkan juga perjuangan membangun masyarakat yang peduli, adil, dan penuh kasih sayang.

Penulis: Niam Shofi
Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment