Kenduren Sastra Peringati 100 Tahun NU, Hadirkan Sastrawan Jawa Timur hingga Duta Literasi Mojokerto

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Kenduren Sastra Peringati 100 Tahun NU, Hadirkan Sastrawan Jawa Timur hingga Duta Literasi Mojokerto, Selasa (10/2/2026). Foto: ist/NUGres

MOJOKERTO | NUGres – Dalam rangka memperingati 100 Tahun Nahdlatul Ulama, PW LESBUMI NU Jawa Timur bekerja sama dengan MTs–MA Unggulan Darul Falah Jerukmacan menyelenggarakan kegiatan Bincang Buku Kenduren Sastra pada Selasa, (10/2/2026), bertempat di Pondok Pesantren Darul Falah Jerukmacan, Jetis, Mojokerto.

Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB ini membahas buku Bilal Belajar Menulis Puisi, sebuah antologi yang menghimpun karya para penyair dari berbagai daerah di Jawa Timur dan sekitarnya. Kenduren Sastra menjadi ruang pertemuan antara tradisi pesantren, sastra, dan gerakan literasi Nahdlatul Ulama.

Peresmian pembukaan Kenduren Sastra dihadiri oleh Duta Literasi Kabupaten Mojokerto, Ning Shofiya Hanak Al Barra atau Ning Hana, yang juga merupakan Istri Bupati Kabupaten Mojokerto. Kehadiran tersebut menjadi simbol dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan budaya literasi dan pengembangan seni sastra di kalangan santri dan masyarakat.

Acara ini juga mengundang serta dihadiri oleh perwakilan Lesbumi NU dari berbagai kabupaten di Provinsi Jawa Timur, sebagai bagian dari upaya mempererat jejaring kebudayaan dan sastra di lingkungan NU.

Buku Bilal Belajar Menulis Puisi diisi oleh para penulis dan penyair, di antaranya Alek Subairi (Surabaya), Chamim Kohari (Mojokerto), Esa Kharisma Muhammad Nakti (Kota Malang), Haidar Hafeez (Pasuruan), Hidayat Raharja (Sampang), Lukman Rakai (Gresik).

Kemudian, Suharmono Kasiyun (Surabaya), Zahratul Umniyyah (Jember), Safiq Rohman (Tuban), Mochammad Asrori (Mojokerto), Nabila Dewi Gayatri (Surabaya), Woro Indah Lestari (Surabaya), Mashuri (Sidoarjo), Jamal D. Rahman (Jakarta), serta Riadi Ngasiran (Surabaya).

Diskusi buku menghadirkan para pembahas, yakni Mardi Luhung (Sastrawan, Gresik), Malkan Junaidi (Sastrawan, Blitar), dan Wawan Siswanto, S.S. dari MA Unggulan Darul Falah Jerukmacan. Acara dipandu oleh Afif Hida, penulis asal Tulungagung.

Sepanjang kegiatan, diskusi berlangsung dinamis dan penuh antusiasme. Para pembahas menyoroti pentingnya sastra sebagai medium pendidikan, refleksi sosial, serta penguatan nilai-nilai keislaman dan kebudayaan di lingkungan pesantren dan Nahdlatul Ulama.

Melalui Kenduren Sastra ini, Lesbumi NU Jawa Timur berharap tradisi literasi dan kesenian terus tumbuh, tidak hanya sebagai ekspresi budaya, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan intelektual dan spiritual NU di abad keduanya.

Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment