Kisah Sebotol Air yang Ditanam Kiai Sahlan Warnai Proses Pemindahan Tugu Manyar Gresik

oleh -6008 Dilihat
Usai doa bersama, pada Ahad (9/7/2023), proses pemindahan Tugu Manyar mulai dilakukan. Tugu "tetenger" wilayah Manyar ini bakal diletakkan menjadi median jalan. Foto: Tangkapan layar instagram @suaragresik.id/NUGres
Usai doa bersama, pada Ahad (9/7/2023), proses pemindahan Tugu Manyar mulai dilakukan. Tugu "tetenger" wilayah Manyar ini bakal diletakkan menjadi median jalan. Foto: Tangkapan layar instagram @suaragresik.id/NUGres

GRESIK | NUGres – Sebuah konten reels (video pendek) diunggah akun instagram yang dikelola lembaga siniar milik Pemerintah Kabupaten Gresik menjelang pembongkaran Tugu Manyar Gresik, Ahad (9/7/2023).

Tugu ikon wilayah Manyar yang berdiri di atas pelebaran Jalan Nasional itu rencananya bakal digeser sebagai median (lahan pemisah jalan arus berlawanan). Rencananya, bakal persis dengan maket animasi tiga dimensi yang diselipkan dalam konten reels tersebut.

Tak hanya itu, video reels yang secara keseluruhan berdurasi 02.16 menit itu juga mewawancara Camat Manyar, Zainul Arifin. Ia meyakinkan kalau tugu akan digeser sejauh 3,25 meter dari lokasi sebelumnya, dan akan diletakkan di median jalan sesuai perencanaan proyek tersebut.

Menariknya, sebuah kisah terungkap dari penuturan salah seorang sesepuh bernama Muhammad Ka’ap, berusia 70 tahun. Dalam video tersebut ia menuturkan bahwa Tugu Manyar Gresik di bawahnya terdapat sebuah botol yang diisi air oleh almarhum Kiai Sahlan Manyar.

Simak Juga:  Tingkatkan Penguasaan Berbahasa Inggris, MINU Tratee Putera Gresik Datangkan Native Speaker

Tugu niki kulo enget, kulo nek mboten lepat kelas 3 SR (Sekolah Rakyat), peresmian tugu niki diresmiaken Kiai Sahlan Manyar almarhum” kata, Muhammad Ka’ab kepada sejumlah awak media.

Sesepuh ini pun ditanyai kapan peresmian itu? Ia lupa tanggal dan tahun pastinya, namun, ia ingat kalau tanggalnya pada 17 Agustus. Ia juga menerangkan kalau tanggal dan tahun persemian terdapat di tugu tersebut.

“Ngandape tugu niki diparingi Kiai Sahlan botol  isi banyu. Masyarakat mriki tanglet; “damel nopo Kiai?”. Niki gunane nyelametno deso Manyar (jawab Kiai Sahlan),” tutur sesepuh tersebut, menirukan apa yang disampaikan Kiai Sahlan Manyar kala itu.

Dilanjutkannya, botol yang berisi air dan ditanam di bawah tugu itu ternyata ikhtiar Kiai Sahlan untuk menyelamatkan warga Manyar dari tindak kejahatan seperti pencurian, perampokan, dan sebagainya.

Simak Juga:  Jelang Pemilihan Ketua PCNU Gresik, Suasana Konfercab NU Sejuk 

Sopo wae wong elek nang Manyar gak berhasil. Umpamane koyok rampok, koyok maling gak berhasil. Kecuali ada penunjuk jalan orang dalem,” pungkasnya.

Lebih lanjut, dalam caption konten reels yang meng-collab akun instagram Pemkab Gresik dan men-tag instagram @infokec.manyar tersebut menjelaskan bahwa masyarakat yang tengah memadati area Tugu Manyar tersebut menggelar doa bersama. Doa dilakukan para tetokoh bersama warga setempat sebelum proses pembongkaran dan pemindahan tugu ikonik itu dilaksanakan.

Response (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *