KEBOMAS | NUGres – Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kebomas menggelar kegiatan rutin kajian dan diskusi kitab pada Selasa (9/9/2025), bertempat di Pondok Pesantren Al Hasani, Desa Klangonan, Kecamatan Kebomas, Gresik.
Pertemuan kali ini diisi dengan pengkajian kitab Ghayah wat Taqrib serta diskusi untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat yang kerap muncul dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam forum tersebut, para kiai dan ustadz bersama-sama mengkaji teks fikih klasik untuk memperkuat pemahaman hukum Islam sekaligus merumuskan jawaban atas beragam persoalan aktual yang diajukan warga.
Ketua Tanfidziyah MWCNU Kebomas, KH. M. Muchsin Munhamir, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, forum kajian yang digawangi Lembaga Bahtsul Masail Kebomas ini bukan sekadar ruang diskusi, melainkan wadah menjaga tradisi keilmuan NU sekaligus memberikan jawaban yang menenangkan bagi masyarakat.
“LBM ini bukan sekadar tempat diskusi, tetapi juga ruang untuk menguatkan sanad keilmuan dan mengaplikasikan fikih dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Gus Hamir, sapaan akrabnya.
Lebih lanjut Gus Hamir berharap, setiap masalah yang dibawa oleh masyarakat dapat dijawab dengan dalil yang kuat, argumentasi yang jelas, dan tetap membawa maslahat.
Selanjutnya Sekretaris LBMNU Kebomas, Ustadz Nour Vazza Hidayat, menambahkan bahwa forum ini juga menjadi media silaturahmi keilmuan serta wahana belajar bagi generasi muda NU.
“Kami berharap kader muda dapat ikut terlibat aktif, sehingga tradisi kajian kitab kuning dan bahtsul masail terus berlanjut. Selain itu, jawaban-jawaban dari forum ini bisa menjadi panduan praktis bagi masyarakat di tengah tantangan zaman,” jelas alumni Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Suci Manyar Gresik itu.
Selain memperkaya wawasan keilmuan, forum LBMNU Kebomas juga berperan penting dalam memberikan pedoman kepada masyarakat. Ke depan, kegiatan serupa akan digelar secara konsisten setiap bulan dengan lokasi yang bergilir.
Penulis: Luthfi Anshori
Editor: Chidir Amirullah

