Lawan Isu Kekerasan Dalam Pondok Pesantren, Bu Min Bersama Bu Nyai Nusantara Sepakati Ada Perubahan

oleh -44 Dilihat

GRESIK|NUGres – Kasus kekerasan di lingkungan pondok pesantren saat ini sering terjadi. Seperti beberapa contoh kasus pencabulan dan penganiayaan yang terjadi pada salah satu ponpes di Jombang beberapa waktu lalu.

Fenomena ini menarik perhatian publik khususnya Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah.

Menanggapi hal itu, Wabup Gresik tekankan pesantren ramah anak sangat penting dalam mewujudkan cita-cita Gresik sebagai kabupaten ramah anak.

Hal ini disampaikan Bu Min ketika memenuhi undangan rutinan pertama Bu Nyai Nusantara. Kegiatan teraebut diikuti 73 Bu Nyai se-Kabupaten Gresik, Rabu (7/9/2022) di Pondok Pesantren Al-Karimi Tebuwung, Kecamatan Dukun.

Sejumlah Bu Nyai yang hadir saat itu adalah Nur Khoiriyah PP Al-Maghfur Sekapuk, Aliyah Ghozali PP Assalafi Al-Kholili Gresik, Suaibatul Islamiyah PP Al-Hidayah Driyorejo, dan Ashimatul Wardah PP Qomaruddin Bungah.

Terlihat Bu Min sangat akrab dengan seluruh Bu Nyai yang hadir siang itu. Ini menegaskan karismanya sebagai pemimpin wanita pertama yang lahir dari kalangan tokoh agama Islam di Gresik.

Simak Juga:  Universitas Qomaruddin Dirikan Masjid Mirza Ahmad Yani

Sebagai ketua Bu Nyai Gresik Bu Min memastikan kegiatan ini nantinya akan berkelanjutan. Tujuan yang dicapai tentu saja mereformasi cara pandang dalam mendidik anak-anak di dalam maupun di luar ponpes.

“Intinya bagaimana cara kita menjadikan kabupaten ramah anak” ujar Bu Min.

Dia menekankan bahwa seluruh anak-anak memiliki hak setara dalam diperlakukan sejak masih dalam kandungan. Menurutnya kebiasaan membeda-bedakan sudah usang.

“Sejak dalam kandungan, anak-anak punya hak yang sama yaitu hak hidup, tumbuh kembang, perlindungan, dan partisipasi” tutur Bu Min.

Disamping itu, Bu Min juga menambahkan kepada seluruh Bu Nyai agar dapat wujudkan lingkungan yang nyaman bagi para santri.

Sifat otoriter menurutnya masih melekat pada beberapa pesantren dan harus diperbaiki. Ia tentunya akan mencoreng gelar Gresik sebagai Kota Santri.

Simak Juga:  Hadiri Pengajian Gus Iqdam, Puluhan Ribu Mustamik Tumplek Blek di Tanjangawan Ujungpangkah Gresik

“Saya tahu sifat bu nyai beberapa masih ada yang otoriter, tidak semua tapi ada, maka dari itu harus dirubah” tegasnya.

Hal ini tampak diamini oleh seluruh Bu Nyai. Mereka sepakat untuk ciptakan pesantren ramah anak perlu adanya penyesuaian dalam hal keamanan, lingkungan, dan berikan sikap inklusif.

Disamping itu, Bu Min juga ungkapkan peran serta pemerintah daerah dalam wujudkan hal tersebut hukumya wajib. Beberapa hal yang dapat dilakukan pemerintah antara lain melindungi, menghormati, memenuhi, dan memajukan para anak-anak.” Tutup Bu min

Sementara selaku tuan rumah ponpes Alkarimi Bunyai Hj Syagofah Amin mengatakan, kegiatan ini adalah menjalin silaturrahim antar bunyai sekabupaten Gresik dengan rutin 3 bulan sekali.” Alhamdulillah disamping itu jalinan komunikasi dan kerjasama dengan pemda gresik selalu sinergis.” Ucapnya wakil bunyai nusantara saat sambutan (Syafik Hoo)

Advertisment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *