Mahasiswa di Menganti Gresik Gelar Diskusi Publik dan Refleksi Sejarah

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Mahasiswa di Menganti Gresik Gelar Diskusi Publik dan Refleksi Sejarah. Foto: dok PK Kopri PMII Akar Bumi/NUGres

GRESIK | NUGres – Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Akar Bumi, berkolaborasi dengan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Institut Al Azhar sukses menggelar peringatan “Agustus Kelabu dan September Hitam,  pada Sabtu (27/9/2025), di Lapangan Pujasera Menganti, kegiatan ini menjadi ruang refleksi mendalam mengenai nilai-nilai sejarah sekaligus kemanusiaan.

Acara diawali dengan sambutan-sambutan. Dimulai dari Ketua Pelaksana Rizky, yang menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta, sekaligus menegaskan bahwa kolaborasi lintas organisasi ini mencerminkan persatuan mahasiswa dalam merespons isu-isu krusial bangsa.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Argo, Ketua DPM ISTAZ, yang menekankan bahwa peringatan ini tidak boleh berhenti sebagai seremonial semata, melainkan momentum untuk menumbuhkan kesadaran kritis terhadap peristiwa masa lalu yang membentuk perjalanan bangsa.

Ketua Korps PMII Putri (Kopri) PK PMII Akar Bumi, Alissa, kemudian mengingatkan pentingnya menjunjung nilai-nilai kemanusiaan di tengah isu sensitif seputar Agustus Kelabu dan September Hitam. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua PK PMII Akar Bumi, Bahri. Ia menegaskan bahwa refleksi sejarah harus diiringi dengan tindakan nyata.

“Refleksi bukanlah solusi, karena hanya akan memancing sikap reaksioner. Namun melalui reaksi-reaksi kecil, kita bisa membiasakan diri untuk selalu ingat, memupuk semangat juang, hingga lahir gerakan yang berkelanjutan dan berdampak luas bagi masyarakat,” ujar sahabat Bahri, sapaannya.

Sambutan pemungkas disampaikan oleh Dafa Abie, Ketua Umum mandataris Pengurus Cabang (PC) PMII Gresik, yang memberi penguatan organisasi sekaligus menekankan pentingnya sinergi antara DPM ISTAZ dan PMII Akar Bumi dalam mengawal isu-isu kerakyatan dan keadilan.

Memasuki inti acara, digelar Diskusi Publik bersama Haris Shofwanul Faqih, akrab disapa Cak Bogel, pegiat dan pemikir yang dikenal kritis. Dalam paparannya, Cak Bogel menjelaskan konteks sejarah dari peristiwa “Agustus Kelabu” dan “September Hitam”, serta mengingatkan agar mahasiswa tidak mudah terjebak dalam narasi tanpa kepastian kebenaran sehingga rentan diprovokasi.

Diskusi berlangsung hangat dan interaktif, di mana Cak Bogel mengajak peserta merenungkan tragedi masa lalu sebagai pelajaran berharga untuk membangun peradaban yang menghargai hak asasi manusia dan menjunjung tinggi demokrasi.

Selain diskusi, acara juga dimeriahkan dengan penampilan kreasi teater dari anggota PK PMII Akar Bumi. Pertunjukan ini berhasil menyentuh emosi peserta melalui gambaran penderitaan rakyat yang lahir dari peristiwa sejarah.

Di penghujung acara, seluruh peserta bersama-sama menggelar doa untuk para korban, memohon kekuatan bagi generasi muda agar senantiasa diberikan kesadaran menjaga nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama, meninggalkan kesan mendalam bahwa refleksi sejarah adalah bekal penting untuk melangkah ke masa depan.

Penulis: Alissa Qotrunnada
Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment