GRESIK | NUGres – Aminatus Sholikhah, lahir di Gresik pada 11 Maret 2003, merupakan salah satu kader muda Nahdlatul Ulama yang aktif berproses dan berkhidmah di Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).
Sejak duduk di bangku sekolah, Amina—begitu ia akrab disapa—menunjukkan ketertarikannya pada dunia organisasi dan kepemimpinan. Kecintaannya terhadap IPPNU berawal dari lingkup ranting, hingga kemudian mengantarkannya untuk terus berproses di tingkat anak cabang bahkan cabang.
Perjalanan pengkaderan Amina dimulai dengan mengikuti Makesta tahun 2020, yang menjadi pintu gerbang pengenalan organisasi IPPNU. Semangatnya untuk terus belajar dan berkembang membawanya kembali menempuh kaderisasi Lakmud tahun 2023, sebagai bentuk keseriusannya dalam memperkuat kapasitas diri sekaligus meneguhkan komitmen perjuangan di organisasi.
Dalam perjalanan organisasinya, Amina memulai amanah di PR IPPNU Leran sebagai Koordinator Departemen Organisasi (2021–2023). Perannya di bidang organisasi membuatnya terbiasa mengelola kader, membangun sistem, serta menumbuhkan kebersamaan antaranggota.
Kepemimpinannya yang aspiratif dan komunikatif membuatnya dipercaya untuk naik ke posisi yang lebih strategis, yakni sebagai Wakil Ketua I PR IPPNU Leran sejak 2023 hingga sekarang.
Tidak berhenti di tingkat ranting, Amina kemudian melangkah ke jenjang yang lebih luas di PAC IPPNU Manyar. Pada periode 2022–2024, ia kembali dipercaya memegang tanggung jawab sebagai Koordinator Departemen Organisasi, sebuah amanah yang semakin meneguhkan reputasinya sebagai kader yang konsisten dan berdedikasi.
Ketekunannya membina kader dan loyalitasnya terhadap organisasi menjadikannya layak untuk kembali dipilih menjadi Wakil Ketua I PAC IPPNU Manyar sejak tahun 2024 sampai sekarang.
Dedikasi Amina tidak hanya berhenti di tingkat PR maupun PAC. Ia juga turut mengambil peran di PC IPPNU Gresik sebagai anggota Departemen Organisasi. Keterlibatannya di berbagai level membuktikan bahwa ia adalah sosok pelajar NU yang matang dalam pengalaman, luas dalam jaringan, serta konsisten mengabdi untuk kemajuan IPPNU.
Bagi Amina, IPPNU bukan sekadar organisasi, melainkan ruang belajar, tempat menempa diri, dan wadah pengabdian. Ia percaya bahwa melalui IPPNU, pelajar putri dapat mengasah intelektualitas, memperkuat akhlak, serta melatih kepemimpinan.
Prinsipnya yang sederhana namun penuh makna—“Learn from yesterday, live for today, and hope for tomorrow”—menjadi pegangan dalam setiap langkah perjuangannya.
Editor: Chidir Amirullah


jenjang pendidikan?
pendidikannya??