Momentum Maulid Nabi, PC Fatayat NU Gresik Resmikan Majelis Ta’lim Fatimah Zahra

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Gresik bersama utusan 16 Pimpinan Anak Cabang (PAC), meresmikan Majelis Ta’lim Fatimah Zahra di sela-sela peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw 1447 Hijriah. Foto: dok PC Fatayat NU Gresik/NUGres

GRESIK | NUGres – Ngaji keteladanan Nabi Muhammad Saw takkan pernah surut, semangat ini inilah yang mengiringi peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw 1447 Hijirah yang diselenggarakan Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Gresik melalui Bidang Pendidikan dan Dakwah. Momentum ini sekaligus menandai diresmikannya Majelis Ta’lim Fatimah Zahra yang diselenggarakan PC Fatayat NU Gresik melalui pada

Acara yang bertempat di Musala PCNU Gresik pada Jumat 12 September 2025 itu diawali dengan khatmil Qur’an, yang dihadiri perwakilan Bidang Pendidikan dan Dakwah dari 16 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU se- Gresik.

Suasana semakin khidmat kala para kader pemudi NU itu melantunan sholawat, dilanjutkan dengan refleksi keteladanan Nabi Muhammad Saw yang disampaikan oleh Wakil Ketua I PC Fatayat NU Gresik, Hj. Chilyatut Taqiyah, S.Pd.I.

Dalam tausiyah yang disampaikan, sahabat Hj. Hilya demikian sapaan akrabnya, menegaskan bahwa Nabi Muhammad Saw hadir sebagai teladan sempurna bagi umat manusia dengan membawa risalah kasih sayang, keadilan, dan kemuliaan akhlak.

“Semangat itulah yang ingin dihidupkan kembali melalui Majelis Ta’lim Fatimah Zahra. Fatimah adalah akronim dari Fatayat Lil Ummah, dan Zahra adalah simbol bunga yang mewangi menjadi simbol dakwah yang menyebarkan kebaikan, kebermanfaatan, dan energi positif di tengah masyarakat,” tuturnya.

Majelis Ta’lim Fatimah Zahra sendiri resmi dikenalkan oleh PP Fatayat NU dalam Konferensi Besar (Konbes) Fatayat NU pada Desember 2024. Kehadiran majelis ini bertujuan menjadikan Fatayat NU sebagai sumber pengetahuan Islam yang adil gender dan relevan bagi generasi muda perempuan Muslim di Indonesia.

Karena itu, pembentukan Majelis Ta’lim Fatimah Zahra menjadi mandat struktural yang wajib ditindaklanjuti oleh seluruh pimpinan wilayah dan cabang Fatayat NU. Momentum peringatan Maulid Nabi kali ini sekaligus menjadi pilihan diluncurkannya Majelis Ta’lim Fatimah Zahra di tingkat PC Fatayat NU Gresik.

Hal itu sebagaimana disampaikan Ketua PC Fatayat NU Gresik, Masruroh. Ia juga menegaskan pentingnya kehadiran majelis ini. “Melalui Majelis Ta’lim Fatimah Zahra, nantinya Fatayat NU dapat memperkuat pengetahuan dan gerakan organisasi sebagai basis perempuan muda berlandaskan Ahlussunah wal jamaah an-Nahdliyah,” ujarnya.

Jajaran Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Gresik mengabadikan momen dengan foto bersama usai digelarnya rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw dan peluncuran Majelis Ta’lim Fatimah Zahra. Foto: dok PC Fatayat NU Gresik/NUGres

Kegiatan ditutup dengan sesi sharing antara pengurus PC Fatayat NU Gresik dengan PAC. Berbagai topik yang dibahas seputar perkembangan di masing-masing PAC, khususnya terkait administrasi dalam pelaksanaan Rapat Anggota Ranting.

Selain sebagai peringatan keagamaan, kegiatan ini juga menjadi ajang memperkuat silaturahmi antar kader Fatayat NU di seluruh PAC. Dengan kehadiran perwakilan dari 16 PAC, acara ini menunjukkan komitmen bersama untuk terus meneguhkan peran Fatayat NU sebagai motor dakwah kaum perempuan muda di tingkat akar rumput.

Launching Majelis Ta’lim Fatimah Zahra di Gresik diharapkan menjadi wadah kaderisasi intelektual dan spiritual bagi anggota Fatayat NU. Melalui majelis ini, kader perempuan tidak hanya mendapatkan penguatan ilmu agama, tetapi juga pemahaman tentang keadilan gender, kepemimpinan, dan peran strategis perempuan dalam pembangunan masyarakat.

Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif dalam setiap rangkaian acara. Mulai dari khidmatnya Khotmil Qur’an, semangat melantunkan sholawat, hingga perhatian penuh saat mendengarkan tausiyah. Hal ini menjadi pertanda bahwa kader Fatayat NU Gresik siap menyambut Majelis Ta’lim Fatimah Zahra sebagai gerakan bersama yang berkelanjutan.

Penulis: Nensi Indriati
Editor: Wenda Febrianti

Leave a comment