Mudahkan Penyaluran Bantuan, LPBI NU dan LAZISNU Gresik Mengikuti Sosialisai FSP

oleh -45 Dilihat

GRESIK | NUGres – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqoh Nahdlatul Ulama (LazisNU) Kabupaten Gresik mengikuti sosialisasi program Financial Service Provider (FSP) Readiness to Respond (R2R) Project di Jakarta selama dua hari, Rabu (5/10/2022).

Ketua LPBI NU Kabupaten Gresik Sholihul Fathoni (42) mengatakan, kegiatan sosialisasi FSP ini untuk melihat langsung beberapa jasa keuangan dalam menyalurkan dana kepada masyarakat. Sehingga, jika terjadi bencana, LPBINU bisa bekerjasama dengan lembaga jasa keuangan tersebut dalam mendistribusikan bantuan kemanunisaan.

“Penyaluran bantuan kemanusiaan bekerjasama dengan FSP ini, kita nilai lebih transparan, akuntabel, praktis dan tepat sasaran, sehingga masyarakat penerima bantuan bisa menerima bantuan dengan mudah dan bermartabat,” kata Fathoni.

Simak Juga:  Rekapitulasi Penerimaan dan Distribusi LAZISNU Gresik Ramadhan 1444 H Capai 7,7 Miliar Lebih

Sosialisasi FSP dalam rangakain program R2R Project dilakukan pada Selasa dan Rabu (4-5 Oktober 2022) di Fieris Hotel, Jalan Perserikatan No.11 Rawamangun Jakarta Timur. Beberapa lembaga keuangan yang dilibatkan yaitu PT Pos Indonesia, BRI dan aplikasi duitHape.

Menurut Fathoni, pentingnya penyaluran bantuan bencana yang simpel dan transparan sangat diperlukan sekarang, sehingga bantuan lebih aman. “Dengan berbasis analisis di lapangan, penyaluran bantuan bencana dapat dilakukan dengan cara Cash (tunai) atau dalam bentuk Voucher, sehingga lebih praktis dan tapat sasaran, serta bermartabat, dan itu dapat dilaksanakan melalu kerjasama dengan FSP,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Catholic Relief Service (CRS) Indonesia, Helmi Hamid mengatakan, melalui sosialisasi ini diharapkan LPBINU dan LAZISNU dapat mengetahui keunggulan dan kelemahan beberapa jasa keuangan dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat.
“Sosialisasi selama dua hari ini juga untuk membuat kajian dan sistem penyaluran bantuan yang tepat, sistematis, transparan dan akuntabel,” kata Helmi Hamid, dalam rilisnya.

Simak Juga:  Pesantren di Gresik Jaga Kesehatan Santri Dengan Larang Penyambangan Sementara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *