CERME | NUGres – Semangat nguri-nguri amaliyah jam’iyah terus dijaga warga Nahdliyin di Ranting NU Dadap Kuning, Cerme, Gresik. Hal itu tampak dalam gelaran Lailatul Ijtima’ yang berlangsung pada Ahad malam (14/9/2025).
Kegiatan ini dirangkai dengan pelantikan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Dadap Kuning, peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw, serta amaliyah rutin Yasin dan Tahlil.
Acara diawali dengan istighosah bersama dan pembacaan sholawat yang diikuti jamaah secara khidmat. Ketua Tanfidziyah PRNU Dadap Kuning, Suparno, menegaskan kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menghidupkan tradisi keagamaan.
“Lek coro Jowo, acara iki yo pelantikan pengurus, yo maulidan, yo rutinan jamaah Yasin lan Tahlil. Jarang-jarang kito nindakno acara kados niki wonten Dadap Kuning,” ujarnya.
Ketua Tanfidziyah MWCNU Cerme, Ustadz Hariyanto, M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya soliditas antar-ranting untuk memperkuat peran sosial-keagamaan.
Ia juga menyampaikan perkembangan program wakaf, Koin NU, hingga layanan kesehatan. Beberapa ranting telah menjalankan program Koin RSNU, sementara lainnya masih berproses seiring pengembangan RSNU dan Klinik NU yang terus ditingkatkan demi kemaslahatan masyarakat.
Lailatul Ijtima’ di Cerme telah terjadwal hingga tahun 2026 dan digelar bergiliran di setiap sektor wilayah. Tujuannya untuk memperkuat silaturahmi, konsolidasi, serta kebersamaan warga NU.
Dalam kesempatan itu, Ustadz Hariyanto juga mengingatkan pentingnya menjaga aset wakaf NU. Ia menyinggung keberadaan Masjid Sirojul Mujahidin yang kini berdiri megah di Dadap Kuning sebagai bukti tumbuhnya amaliyah jam’iyah.
“Sepuluh tahun lalu masjid masih sederhana, sekarang sudah megah. NU memiliki 276 bidang wakaf, dan di Dadap Kuning ada empat bidang. Monggo segera disertifikatkan agar lebih aman,” pesannya.
Ia juga mengajak jamaah mendukung pembangunan RSNU Gresik yang sedang berlangsung. “Pembangunan ini murni dari jamaah Nahdliyin. Semoga semua elemen dapat berkontribusi,” tambahnya.

Camat Cerme, H. Umar Hasyim, S.H., M.M., turut hadir dalam acara tersebut. Ia menekankan pentingnya kekompakan dalam membangun desa.
“Masjid megah ini bukti nyata bahwa kebersamaan mampu menghasilkan pembangunan luar biasa. Generasi muda harus dijauhkan dari provokasi, pinjaman online, dan judi daring yang merusak masa depan,” ujarnya.
Acara ditutup dengan tausiyah KH. Aryad Jauhari, Rais Syuriyah MWCNU Cerme, yang menguraikan silsilah para Nabi hingga Rasulullah Muhammad Saw dan menghubungkannya dengan sejarah leluhur Jawa.
“Wong Jowo niku keturunane Nabi Ismail, sing cucune tekan Indonesia jenenge Raden Aji Saka. Kisah iki ngajarno nilai kesetiaan, tanggung jawab, lan ninggal jejak positif nang endi wae,” tuturnya.
Deretan tokoh NU turut hadir, di antaranya Rais Syuriyah MWCNU Cerme KH. Arsyad Jauhari, anggota DPRD Gresik sekaligus A’wan MWCNU Cerme H. Mohammad, Ketua Takmir Masjid Sirojul Mujahidin H. Nur Qomari, Kepala Desa dan Ketua BPD Dadap Kuning, serta jajaran Banom dan Lembaga NU. Ratusan jamaah dari Desa Dadap Kuning dan sekitarnya juga ikut memeriahkan.
Dengan semangat nguri-nguri amaliyah jam’iyah, Lailatul Ijtima’ di Ranting NU Dadap Kuning menjadi bukti nyata bahwa tradisi, ukhuwah, dan peran NU senantiasa hidup di tengah masyarakat.
Penulis: Arif Fahrudin Insani
Editor: Chidir Amirullah

