PC Muslimat NU Gresik dan Teladan Transisi Kepemimpinan

oleh -137 Dilihat
Dari kiri, Ibu Nyai Hj. Hajar Idris, Ibu Nyai Hj. Aliyah, Syifaul Fuad, KH. Mulyadi, Ibu Nyai Hj. Nafi'atus Sya'adah, dan Ibu Nyai Hj. Amaliyah Tajuddin

GRESIK | NUGres – Selasa, 31 Mei 2022 selang dua hari setelah pelaksanan Konferensi Periodik Ke XVIII pada Sabtu (28/5) di Masjid Agung Gresik, rombongan Ketua terpilih, Hj Aliyah dan Ketua demisioner, Hj Nafi’ bersilaturrahim ke PCNU Gresik.

Ditemui Ketua PCNU, KH. Mulyadi dan Sekretaris Syifaul Fuad, Hj Aliyah menyampaikan laporan hasil pelaksanaan Konferensi yang telah berlangsung secara lancar dan sukses serta komitmenya untuk segera menyusun kepengurusan cabang sesegera mungkin sebagaimana amanah Konferensi.

Pemandangan cukup menarik dari kedatangan rombongan PC Muslimat NU Gresik adalah keikutsertaan Hj. Hajar Idris yang sebelumnya diketahui sebagai rival kuat dengan perolehan suara 190 dibawah Ketua terpilih Nyai Hj. Aliyah yang didukung 282 suara dari total suara 482.

Simak Juga:  ANSOR Ujungpangkah Fasilitasi Warga NU Untuk Hidup Sehat Jasmani dan Ruhani

“Komitmen untuk membesarkan Muslimat NU Gresik ini adalah tekad kami semua sehingga tidak ada lagi rivalitas usai Konfercab, buktinya Ibu Nyai Hajar bersama kami. Dinamika konfercab adalah dinamika kader yang memang harus demikian agar semua berlangsung secara demokratis,” ungkap pengasuh Pesantren Assalafi Al Kholili ini.

Sementara itu, Ketua demisioner Ibu Nyai Hj. Nafi’atus Sya’adah mengaku sangat senang usai mengembalikan amanah kepada peserta Konfercab dan pergantian kepemimpinan selanjutnya sangat dinamis dan sukses. Ia mengaku meski cukup lama menunggu karena hampir tiga tahun tertunda akibat pandemi Covid-19, akhirnya Tahun 2022 ini dapat dilaksanakan Konferensi.

Ketua PCNU Gresik, KH Mulyadi mengapresiasi penyelenggaraan Konfercab Muslimat ditambah lagi kedua tokoh yang sebelumnya bersaing kini bisa bergandengan tangan untuk bersama-sama membesarkan Jam’iyah.

Simak Juga:  MWC NU Menganti Serahkan Donasi Peduli Semeru Ke PCNU Gresik

“Ini tentu teladan transisi bagi semua kader dan warga NU, bahwa dinamika suksesi berhenti setelah keputusan dicapai, dan semua kembali berkhidmat pada Jam’iyah dan Jama’ah. Ini adalah perwujudan pesan Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari, bahwa dengan cinta kita pada Jam’iyah dan Masyayikh akan mengembalikan segala bentuk potensi perpecahan,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sangat baik ini, sambung KH Mulyadi, kami mengajak ibu-ibu untuk bersama-sama berjibaku membesarkan NU semakin lebih baik lagi, lebih bisa memberi manfaat pada Jama’ah dan masyarakat Gresik secara umum. (Zacky)

Advertisment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *