Penampilan “Wali Songo” sampai Atraksi Adat Nusantara Meriahkan Karnaval Desa Gumeng

oleh -903 Dilihat

BUNGAH | NUGres – Sepanjang jalan Desa Gumeng, Kecamatan Bungah, Gresik, tetiba menjadi panggung hiburan rakyat. Pemerintah Desa bersama Karang Taruna desa setempat menggelar lomba karnaval antar Rukun Tetangga (RT), Minggu (28/8/2022) malam.

Perayaan peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke 77 diekspresikan masyarakat Desa Gumeng. Warga nampak ceria dan bahagia. Mereka tertawa lepas melihat berbagai suguhan kreatif juga yang mewarnai kirab karnaval dari perwakilan masing-masing Rukun Tetangga (RT).

Kirab yang diikuti ratusan warga dari segala jenjang usia, laki-laki maupun perempuan ini bergerak secara bertahap dari gang-gang kampung. Mereka menuju balai desa Gumeng dan berjalan berputar mengelilingi desa.

Karnaval Agustusan tahun 2022 dengan tagline “Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat”, ditunjukkan melalui berbagai kreatifas warga. Misalnya, seperti yang replika patung Garuda, replika hewan buruan, perahu nelayan, ikan raksasa, kura-kura, hingga Adat Papua, Bali, Jawa, dan baju adat lainnya.

Simak Juga:  Fatayat NU Dukunanyar Gelar Jalan Sehat Peringati Tahun Baru Islam

Uniknya, sejumlah pemuda ada yang berpenampilan ala Wali Songo. Mereka memakai baju putih, memakai surban, tasbih jumbo dan mengenakan kumis dan janggut yang nampak memutih. Satu orang lain memakai blangkon dan surjan (baju lurik khas Jawa), berperan sebagai sosok mirip Sunan Kalijogo berada di tengah-tengahnya.

“Idenya itu muncul hasil kreasi dari anak-anak muda. Para Wali Songo ini yang berdakwah dengan tetap memadukan budaya Nusantara,” kata Lukman Hakim, salah seorang Ketua RT desa setempat.

Sementara itu, Kepala Desa Gumeng Muhammad Wahyudi, sebelum melepas peserta kirab lomba karnaval antar RT, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh warganya.

“Mewakili Pemerintah Desa Gumeng mengucapkan terima kasih atas semangat warga Gumeng. Tujuan semua ini untuk merayakan Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus memeriahkan desa,” kata Wahyudi.

Simak Juga:  Perdana, PAC Rijalul Ansor Kebomas Gresik Bedah Kitab Karya Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari

Dalam kesempatan yang sama, Perwakilan Panitia juga menyakampaikan beberapa poin tata aturan peserta. Diantaranya yakni tidak diperbolehkan dalam karnal membawa mobil dan membawa senjata tajam dalam atraksi.

Acara yang dimulakan Bakda salat Isya itu berakhir sekira pukul 21.30 WIB. Sekedar diketahui masyarakat Desa Gumeng Bungah Gresik memiliki corak kehidupan religi yang cukup kuat.

Hal itu terlihat dari banyaknya warga Nahdliyin Desa Gumeng yang terlibat dalam kegiatan ISHARI, Shalawat Al Banjari, serta Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) yang kerap menghadirkan penceramah ternama. (Chidir)

Advertisment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *