Perkuat Kolaborasi Ruang Bersama Indonesia, PC Fatayat NU Gresik Dampingi Anak Penderita Atresia Bilier di Menganti

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Perkuat kolaborasi Ruang Bersama Indonesia, PC Fatayat NU Gresik mendampingi anak penderita Atresia Bilier di Menganti. Foto: dok PC Fatayat NU Gresik/NUGres

GRESIK | NUGres – PC Fatayat NU Gresik terus meneguhkan komitmennya dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. Bersama Pattiro Gresik, khususnya Bidang Hukum, Politik, dan Advokasi PC Fatayat NU Gresik melakukan pendampingan dalam kerangka Ruang Bersama Indonesia (RBI) di wilayah Kecamatan Menganti, Gresik.

Pendampingan tersebut dilakukan terhadap seorang anak yang menderita Atresia Bilier, penyakit langka pada saluran empedu yang memerlukan penanganan medis lanjutan berupa transplantasi hati. Kasus ini mendapat perhatian serius sebagai bagian dari upaya pemenuhan hak dasar anak atas layanan kesehatan yang layak, perlindungan sosial, serta pendampingan berkelanjutan.

Upaya pendampingan ini tidak terlepas dari komunikasi intensif yang terbangun dengan pendamping anak dari kader Posyandu, kader KB, dan kader kesehatan di tingkat desa. Sejak awal, para kader telah melakukan pemantauan kondisi kesehatan ananda, Sinergi antara kader kesehatan, kader Posyandu, dan organisasi masyarakat sipil menjadi pintu masuk penting dalam memastikan penanganan dan advokasi berjalan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Dalam kunjungannya pada Selasa, 30 Desember 2025, Bupati Gresik menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik untuk berupaya semaksimal mungkin membantu proses pengobatan ananda, termasuk dukungan terhadap pemulihan pasca transplantasi hati. Pemerintah daerah menegaskan pentingnya kerja bersama seluruh pihak dalam menjamin kesehatan serta masa depan anak.

Ketua PC Fatayat NU Gresik, Masruroh, menyampaikan bahwa desa domisili ananda merupakan wilayah dampingan PC Fatayat NU Gresik dan Pattiro Gresik dalam Program Ruang Bersama Indonesia. Oleh karena itu, pendampingan yang dilakukan merupakan bagian dari kerja sistematis organisasi yang berbasis komunitas dan jejaring lokal.

“Berkat komunikasi intensif dengan pendamping anak dari kader KB dan kader Posyandu, proses pendampingan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Karena wilayah ini masuk dalam dampingan RBI, kami memaksimalkan kolaborasi serta membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah, maupun masyarakat,” tegas Masruroh.

PC Fatayat NU Gresik menegaskan bahwa penanganan kasus Atresia Bilier tidak hanya membutuhkan dukungan medis, tetapi juga penguatan keluarga, pendampingan sosial, serta keberlanjutan layanan pasca pengobatan. Melalui Program Ruang Bersama Indonesia, diharapkan tercipta ruang yang aman, inklusif, dan berkeadilan bagi perempuan dan anak.

Sementara itu, Kader KB Budi Lestari menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat. Ia menuturkan bahwa melalui informasi dari kader KB dan Posyandu, serta komunikasi lintas sektor dalam RBI, akhirnya dapat dirumuskan solusi terbaik bagi penanganan ananda. “Semoga ananda segera mendapatkan tindakan medis yang dibutuhkan dan lekas pulih,” ujarnya.

PC Fatayat NU Gresik mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergotong royong memperkuat sistem perlindungan anak berbasis komunitas, demi mewujudkan generasi yang sehat, terlindungi, dan berdaya.

Penulis: Nensi Indriati
Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment