PRNU Ngepung Gresik Gelar Lailatul Ijtima’, Perkuat Sinergi Sosial Antar Banom

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Ngepung Kedamean Gresik menggelar Lailatul Ijtima', penguatan sinergi kegiatan sosial bersama Badan Otonom NU. Foto: Zakaria/NUGres

KEDAMEAN | NUGres – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Ngepung menggelar kegiatan Lailatul Ijtima’ dan Halalbihalal pada Jumat Legi (24/4/2026) malam di Masjid Khoirul Huda, Desa Ngepung, Kecamatan Kedamean, Gresik.

Kegiatan yang berlangsung ba’da Isya tersebut menjadi ajang mempererat ukhuwah warga Nahdliyin sekaligus memperkuat sinergi program sosial antar badan otonom di tingkat ranting.

Ketua Tanfidziyah PRNU Ngepung, Ustadz Suladi Ajib, dalam sambutannya menyampaikan sejumlah program sosial yang telah dijalankan pengurus ranting sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat. Salah satunya adalah program takziyah bagi keluarga besar NU Desa Ngepung yang sedang berduka.

Melalui program tersebut, PRNU Ngepung rutin hadir di tengah masyarakat serta menyalurkan bantuan berupa air mineral kemasan yang bersumber dari pengelolaan dana koin Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu). Menurutnya, langkah ini merupakan wujud nyata kehadiran organisasi dalam membantu kebutuhan warga.

Selain itu, ia juga mengapresiasi program “Sajadah”, yakni ‘Sampah Jadi Sedekah’ yang diinisiasi oleh Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ngepung. Program tersebut dinilai menjadi bentuk kepedulian sosial yang bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mendorong semangat berbagi melalui pengelolaan sampah bernilai ekonomi.

“Program-program sosial seperti ini menunjukkan bahwa sinergi antara NU dan badan otonomnya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sesi kajian, Ustadz M. Ali Mursidi, S.Pd.I., menyampaikan pentingnya menghadiri majelis ilmu sebagai bagian dari jalan memperoleh hidayah Allah SWT. Ia menjelaskan bahwa keutamaan menghadiri majelis ilmu sangat besar, bahkan nilainya melebihi ibadah sunnah selama setahun, sedekah seribu kuda, atau memerdekakan seribu budak.

Menurutnya, majelis ilmu juga menjadi sarana turunnya ampunan Allah kepada hamba-Nya. Oleh sebab itu, kehadiran dalam forum keilmuan dan keagamaan harus diniatkan sebagai investasi akhirat, bukan semata rutinitas organisasi.

Ia juga mengingatkan bahwa segala bentuk harta dan pencapaian duniawi tidak akan bernilai di akhirat, kecuali yang berkaitan dengan ilmu agama dan dzikir kepada Allah. Karena itu, seluruh pengurus NU di berbagai tingkatan diharapkan menjaga orientasi perjuangan agar tetap berlandaskan nilai-nilai spiritual.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga sanad organisasi dengan meneladani keikhlasan para muassis Nahdlatul Ulama sejak didirikan pada 1926. Menurutnya, kemajuan manajemen organisasi modern harus diimbangi dengan penjagaan sanad ruhaniyah atau keterikatan spiritual dengan para ulama pendahulu.

“Kehebatan organisasi tidak cukup hanya dengan manajemen yang baik, tetapi juga harus dibarengi dengan menjaga hubungan batin dengan para ulama agar perjuangan senantiasa mendapat keberkahan,” tuturnya.

Melalui kegiatan Lailatul Ijtima’ dan Halalbihalal ini, PRNU Ngepung berharap semangat kebersamaan, penguatan spiritual, dan kepedulian sosial di lingkungan warga Nahdliyin semakin meningkat, sehingga organisasi mampu terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Penulis: Zakaria
Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment