Rahasia Buka Puasa Disegerakan dan Makan Sahur Diakhirkan

oleh -269 Dilihat

Di antara bukti Islam rahmatan lil Alamin (rahmat bagi alam semesta), adalah kemudahan dan keringanan dalam menjalankan syariat/hukum Islam.

Perintah Allah Swt bukan untuk memberatkan dan menyiksa manusia, namun justru berdampak kebaikan dan kemaslahatan baginya.

Termasuk ibadah puasa. Dalam Islam, dilarang puasa Wishal/bersambung berhari-hari tanpa makan minum.
Nabi SAW bersabda:

لاتواصلوا

“Jangan kalian menyambung puasa” (HR Muslim)”.

Buka puasa dianjurkan untuk disegerakan saat maghrib tiba. Bukan ditunda-tunda. Inilah yang dinamakan ta’jil. (menyegerakan). Berasal dari kata “Ajjala Yu’ajjilu Ta’jiilan”.

Hanya saja di negeri kita Indonesia, terkadang istilah ta’jil dikesankan bermakna makanan buka puasa. “Sedia ta’jil puasa.” Begitu tulis pedagang penjual makanan buka puasa.

Simak Juga:  Hikmah Bulan Hanya Bercahaya Sempurna saat Malam Purnama

Ta’jil atau menyegerakan berbuka termasuk sunnah Nabi yang dianjurkan.
Nabi bersabda:

لا يزال الناس بخير ما عجلوا الفطر

Artinya: Orang yang berpuasa senantiasa berada dalam kebaikan, selama mereka menyegerakan berbuka (HR Bukhari Muslim).

Abu Athiyyah bercerita: Masruq pernah bertanya kepada Aisyah RA: Ada 2 orang sahabat Nabi. Yang satu menyegerakan berbuka puasa saat maghrib tiba. Dan yang lain menunda buka puasa. Aisyah bertanya: Siapa yang menyegerakan berbuka? Dijawab: Abdullah Bin Mas’ud. Aisyah menjawab:

هكذا كان رسول الله صلعم يصنع

Seperti itulah (Ibnu Mas’ud), Rasulullah SAW lakukan saat puasa (HR Muslim).

Adapun makan sahur, dianjurkan oleh Nabi SAW untuk diakhirkan..

Zaid bin Tsabit bercerita:

Simak Juga:  SYAIKH ABUL FADHOL SENORI TUBAN (Totalitas Cinta pada Hadratus Syaikh Hasyim Asy'ari)

تسحرنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم ثم قمنا الى الصلاة. قيل كم كان بينهما قال خمسون اية.

“Kami pernah makan sahur bersama Nabi, lalu lanjut shalat shubuh berjamaah. Ada yang bertanya: Berapa waktu antara waktu sahur Nabi dan shalat Subuh? Zaid menjawab: seperti bacaan 50 ayat.(HR Bukhari Muslim).

Dari hadits tersebut, bisa dipahami bahwa bacaan 50 ayat Al Qur’an diperkirakan sekitar 10 menit. Jelas bahwa kebiasaan Nabi adalah mengakhirkan sahur hingga jelang waktu subuh.

Demikian Rahasia Buka Puasa Disegerakan dan Makan Sahur Diakhirkan, semoga manfaat.

Sumber: bangkitmedia.com

Advertisment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *