Raker PAC GP Ansor Ujungpangkah Usung Kepedulian Sosial dan Kemandirian Organisasi

oleh -117 Dilihat
PAC GP Ansor Ujungpangkah gelar Dialog dan Rapat Kerja I di MI Al Huda, Tanjangawan Ujungpangkah, Jumat (13/1/2023). Foto : Chidir/NUGres

UJUNGPANGKAH | NUGres – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ujungpangkah, menggelar Rapat Kerja ke-I, pada Jumat (13/1/2023), di MI Al Huda, Desa Tanjangawan Kecamatan Ujungpangkah, Gresik.

Optimalisasi Potensi Kader dalam Rangka Meningkatkan Kepedulian Sosial dan Kemandirian organisasi menjadi tema gelaran tersebut.

Ketua PAC GP Ansor Ujungpangkah, Rizal Arifiyanto, dalam sambutan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan penyelenggaraan kegiatan ini.

Arif berharap dalam perjalanan berkhidmat di PAC GP Ansor Ujungpangkah diperlukan kebersamaan baik dari pengurus Pimpinan Anak Cabang serta Pimpinan Ranting GP Ansor se Ujungpangkah.

“Saya umpamakan sepakbola, kita ini adalah tim. Yang punya peran dan fungsi masing-masing. Komunikasi yang baik dan kerjasama yang bagus akan menentukan kekhidmatan kita di GP Ansor Ujungpangkah,” ajak Arif.

Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU Ujungpangkah), KH Nafisul Athok hadir dalam gelaran tersebut.

“GP Ansor ini adalah badan otonom NU yang paling penting, sebab selain mewadahi kepemudaan, GP Ansor pendamping poro kiai, poro ulama. Jadi pastikan Syuriah NU di ranting-ranting didampingi dan dikawal Ansor-Banser” harap Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ihsan, Banyuurip Ujungpangkah ini.

Di ujung sambutannya, Gus Athok, demikian sapaan akrab KH Nafisul Athok mengucapkan selamat Raker. Ia sangat berharap program kegiatan GP Ansor progresif, dan selalu komunitikatif dengan MWC NU Ujungpangkah.

Simak Juga:  Di Ranting NU Tanjangawan, MWCNU Ujungpangkah Gresik Gelar Bahtsul Masa'il Diniyah

“Mari kita sukseskan semua kegiatan-kegiatan NU di Ujungpangkah ini, Ansor harus aktif; apa yang bisa kita bantu kiai? Jangan menunggu,” pungkasnya.

Acara pembukaan ditutup doa oleh Rais Syuriah MWC NU Ujungpangkah, KH Mahrus Munir. Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Pimpinan Badan Otonom NU di wilayah Ujungpangkah.

Dialog dan Ikhtiar Merespon Seluruh Potensi Ujungpangkah

Stadium general rapat kerja menghadirkan Tokoh Gresik, Ir Ahmad Nadir dan Pengusaha muda Muhammad Muslih Muandar. Foto : Chidir/NUGres

Sebelum dilangsungkannya Raker PAC GP Ansor Ujungpangkah masa khidmat 2022 – 2024, Stadium General disajikan kepada peserta rapat. Tokoh Gresik Ir Ahmad Nadlir serta Pengusaha muda Gresik Muhammad Muslich Muandar sebagai narasumbernya.

Dalam Stadium General ini, Nadlir memberangkatkan kesadaran peserta Raker perdana PAC GP Ansor Ujungpangkah untuk mengambil peran dominan. Ia menuturkan sejarah dan dinamika Pemuda NU yakni GP Ansor, sejak berdiri hingga hari ini.

Ia juga mengajak peserta untuk mengelola mindset kemandirian GP Ansor Ujungpangkah, salah satunya dengan mulai membaca potensi yang ada di wilayah Ujungpangkah Gresik.

“GP Ansor Ujungpangkah harus membantu Klinik Mabarrot MWC NU Ujungpangkah yang kini sedang mengembangkan layanan kesehatan,” kata Nadlir dalam uraiannya.

Simak Juga:  Rutinan MDS RA PAC GP Ansor Dukun di Momen Isra' Mi'raj

Selain potensi layanan kesehatan, ia juga menyinggung berbagai potensi lainnya seperti seperti budidaya perikanan, pertanian, perkebunan, hingga sertifikat halal yang diwajibkan bagi produk usaha makanan atau minuman pada 2024 mendatang.

“Intinya GP Ansor jangan terjebak dalam hal-hal yang bersifat seremonial saja. Harus lebih progresif. Harus lebih mendekati ke langkah teknis,” pesan pria yang juga Komisaris Gresik Migas ini.

Sementara Muhammad Muslich Muandar, memulakan sajiannya dengan menghadirkan empat visi GP Ansor antara lain kaderisasi, menjaga tradisi, pendistirbusian kader serta kemandirian organisasi.

Dalam uraian motivasinya, Pengusaha muda yang juga Wakil Bendahara Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur ini, memberikan berbagai arahan untuk membangun kemandirian PAC GP Ansor Ujungpangkah. Salah satunya dimulai dengan segera melakukan pendataan semua potensi yang ada.

“Kalau semua sudah ada datanya akan mudah, kita akan tahu mana prioritas kemandirian dan potensi apa yang dapat difasilitasi,” tandasnya.

Dialog ini pun semakin hidup, sebabnya beberapa peserta memberikan pertanyaan yang membagikan ide dan pengalaman sebagai pelaku bisnis kecil-kecilan. Kedua narasumber pun potensi menjawab dan memberikan arahan teknisnya. (Chidir)

Advertisment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *