KEDAMEAN | NUGres – Semangat kolaborasi dan penguatan khidmah tampak nyata dalam gelaran Apel Kolaborasi yang mempertemukan kader Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor dan PAC Fatayat NU Kedamean dalam rangka Harlah ke-92 GP Ansor dan Harlah ke-76 Fatayat NU.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (2/5/2026) malam itu sukses berlangsung di lapangan Kantor Kecamatan Kedamean. Gelaran ini menjadi ruang temu lintas generasi kader Nahdlatul Ulama untuk meneguhkan arah gerakan bersama.
Sekitar 300 kader gabungan dari PAC GP Ansor Kedamean dan PAC Fatayat NU Kedamean hadir memenuhi lapangan dengan nuansa hijau yang khas. Turut hadir jajaran Forkopimcam Kedamean, Ketua Tanfidziyah MWCNU Kedamean, anggota DPRD Kabupaten Gresik, serta unsur Banom NU lainnya.
Kehadiran berbagai elemen ini menandai bahwa gerakan kader muda NU tidak berjalan sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem besar jamiyyah yang saling menguatkan.
Ketua PAC GP Ansor Kedamean, Achmad Saiful Amri, menyatakan kalau kegiatan apel kolaborasi Ansor dan Fatayat NU ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum menyatukan visi dan langkah.
“Kolaborasi ini adalah ikhtiar merawat khidmah, agar gerakan kita tidak berjalan pincang, tetapi saling menopang,” ujar sahabat Amri demikian ia disapa.
Puncak kegiatan diisi dengan orasi kebangsaan dan ke-NU-an oleh H. Agus Junaidi merupakan pengurus Satuan Koordinasi Nasional (Satkornas) Banser GP Ansor. Dalam arahannya, ia mengingatkan pentingnya kesadaran tanggung jawab dalam kepemimpinan.
“Setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban,” tegas sosok yang pernah menjabat sebagai Ketua PC GP Ansor Gresik itu di hadapan ratusan kader.
Ia juga mendorong kader untuk aktif mengajak generasi muda lainnya agar terlibat dalam proses kaderisasi NU. “Ingatkan dan ajak yang belum ikut berproses di kader NU agar ikut,” pesannya. Menurutnya, keberlanjutan organisasi sangat bergantung pada kesadaran yang dibangun kader dalam merawat dan memperluas barisan.
Lebih jauh, H. Agus menegaskan posisi strategis kader muda sebagai garda terdepan organisasi. “Kader muda NU inilah yang menjadi garda depan Nahdlatul Ulama,” ujarnya, disambut tepuk tangan peserta apel.
Apel kolaborasi ini tidak hanya memperkuat sinergi antara GP Ansor dan Fatayat NU, melainkan juga menjadi refleksi bahwa gerakan NU terus hidup melangkah lebih nyata dalam merawat organisasi dan memberi dampak baik untuk umat.
Penulis: Zuhdi Yazid
Editor: Chidir Amirullah

