Rutinan Rijalul Ansor PR GP Ansor Tebuwung Gresik Ajak Kader Dukung Pembangunan Kantor NU hingga Sukseskan Korsik

Syafik Hoo - NUGres Syafik Hoo - NUGres
Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda Ansor Dukun menyelenggarakan rutinan Majelis Dzikir Rijalul Ansor kali ke-4 pada Sabtu (26/7/2025) malam. Foto: dok PR GP Ansor Tebuwung/NUGres

DUKUN | NUGres – Pelaksanaan kegiatan rutin dilaksanakan oleh Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDSRA) Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda Ansor Tebuwung, Sabtu (26/7/2025) malam, berlangsung khidmat.

Diikuti puluhan kader PR GP Ansor Tebuwung dan warga nahdliyin desa setempat, rutinan Rijalul Ansor kali ini berlangsung di salah satu kediaman pengurus. Majelis ini sedianya menjadi wahana silaturrahmi hingga menyosiallisasikan sejumlah program yang telah dan akan dilakukan.

Acara diawali dengan pembukaan washilah dan Fatihah, pembacaan ayat suci Al Qur’an, Mahalul qiyam, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Syubbanul wathan, mars GP Ansor, istighosah dan tahlil.

Selanjutnya, dalam rangykian sambutan, Ketua PR GP Ansor Tebuwung Ahmad Thoyyib Shofi menyampaikan rasa syukur. Hal ini lantaran kegiatan terus berjalan istiqomah hingga memasuki rutinan kali keempat.

Sahabat Yopi juga menyampaikan berkenaan dengan instruksi dari Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU Tebuwung), agar Pimpinan Ranting GP Ansor turut menyukseskan pembangunan Kantor Ranting NU Tebuwung.

“Monggo sahabat Ansor untuk mendukung penuh kelancaran pembangunan tersebut. Baik secara lahir maupun batin. GP Ansor menjadi garda terdepan dalam mengawal, menjaga para kiai dan ulama. Juga program yang lain, termasuk menyukseskan pembangunan Kantor Ranting NU Tebuwung,” ujarnya.

Sebelum menutup sambutan, sahabat Yopi menegaskan bahwa GP Ansor, Banser, dan MDS Rijalul Ansor merupakan kekuatan tiga matra yang harus terus bergerak bersama-sama, dalam kesatuan gerak khidmah yang padu. Ia menegaskan akan terus mengoptimalkan peran kader Ansor demi mendorong kemaslahatan yang seluas-luasnya bagi masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh KH Moh Sholeh yang juga merupakan Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Dukun. Dalam pengarahannya, Kiai Sholeh menyampaikan kalau warga NU yang masuk organisasi NU, badan otonom, serta lembaga, terdapat tatacara atau etika yang menjadikan jamiyyah ini terus bertahan hingga melintasi satu abad.

“Adab budaya yang harus dipahami seperti taat patuh pada pimpinan, siap menjadi ujung tombak dan ujung “tombok” dalam kegiatan, serta bersilaturrahmi adalah kesatuan etika. Inilah yang dapat menghidupkan jamiyah ini semakin eksis dan solid,” jelas Kiai Sholeh.

Oleh karena itu, ia mengajak apapun yang menjadi program NU baik di tingkat ranting maupun MWCNU agar dilaksanakan dengan satu bersama-sama untuk mensukseskan program dan kegiatan di NU.

“Ini menjadi kata kunci dalam keberhasilan apapun di organisasi,” tandas Kiai Sholeh, memungkasi arahannya.

Usai acara inti, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama dengan media talaman, dalam suasana penuh kebersamaan. Acara ini juga dihadiri oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Tebuwung, warga Jl. Jalak RT 18, Pemdes Tebuwung, tokoh masyarakat dan agama, ketua RT desa setempat.

Pengurus PR GP Ansor Tebuwung juga memanfaatkan momentum pertemuan ini untuk mempersiapkan Korps musik (Korsik) GP Ansor Tebuwung. Ini setelah Korsik GP Ansor Tebuwung dipercaya kembali mengiringi pelaksanaan upacara peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 Tahun oleh Pemerintah Kecamatan Dukun, Gresik.

Penulis: Syafik Hoo
Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment