Sosialisasi Bersih dari Narkoba di Bungah Gresik, Peran Aktif Organisasi Masyarakat Kunci Keberhasilan

Maghfur Munif - NUGres Maghfur Munif - NUGres
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Bungah menggelar sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Aula KH Hasyim Asy’ari Gedung MWCNU Bungah Lantai 2, Sabtu (6/12/2025). Foto: dok LTN MWCNU Bungah/NUGres

BUNGAH | NUGres – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Bungah menggelar sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Aula KH Hasyim Asy’ari Gedung MWCNU Bungah Lantai 2, Sabtu (6/12/2025).

Acara ini dihadiri langsung berbagai unsur organisasi NU di tingkat Bungah, termasuk Rais Syuriyah KH. Ir. Muhammad Hamdan dan Ketua Tanfidziyah MWCNU Bungah KH. M. Ala’uddin, pengurus harian PAC Muslimat NU dan Fatayat NU Bungah, serta perwakilan PAC IPNU-IPPNU, GP Ansor, Banser, dan LTNU MWCNU Bungah.

Ketua PAC Muslimat NU Bungah, Hj. Aminah Ulfah menyambut baik kehadiran para tamu, pemateri dan seluruh undangan yang hadir, sambil berharap keaktifan dan partisipasi dari para peserta sosialisasi akan dapat bermanfaat. “Mudah-mudahan dengan ilmu yang kita dapatkan setelah ini, akan bermanfaat dan barokah untuk umat,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Jawa Timur Periode 2024–2029 komisi B, H. Much Abdul Qodir juga mengaku senang dan berbangga karena diizinkan untuk ‘sowan’ ke Bungah yang mempunyai banyak kenangan tersendiri baginya. Di samping itu, ia sengaja mengajak elemen ‘ibu-ibu’ dalam sosialisasi P4GN bukan tanpa alasan, melainkan mencoba

“Ternyata, sosialisasi kepada para pemuda, itu tidak membuat peredaran narkoba menjadi turun. Karena itu, kami mencoba jurus baru dengan menggandeng para ibu-ibu, agar ibu-ibu bisa mendeteksi dini perilaku anak-anak,” jelasnya, sambil menekankan pentingnya pencegahan dini peredaran narkoba.

Pada gilirannya, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Timur, Eddy Supriyanto mengatakan bahwa kegiatan ini salah satunya bertujuan untuk memperkuat kemitraan BNN dengan NU dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda dan perempuan nahdliyin.

“Ini merupakan komitmen organisasi untuk membangun generasi sehat dan bersih dari bahaya narkoba. Kami harap kehadiran semua pihak dapat memperkaya pemahaman dan aksi nyata melawan narkoba. Semoga ini dapat memperkuat sinergi kita dalam melawan ancaman narkoba dan memperkuat persaudaraan kita dalam bingkai Negara Kesatuan RI,” ujarnya.

Muhammad Luthfi, pemateri pertama, menyoroti peran ormas sebagai penyalur aspirasi rakyat. “Organisasi masyarakat memiliki pengaruh besar terhadap stabilitas politik; melalui kemitraan dengan intelijen, kita bisa cegah konflik sosial dan radikalisme yang sering disusupi narkoba,” tegas Letkol Czi Luthfi.

Ia menambahkan, “Deteksi dini melalui analisis IPOLEKSOSBUDHANKAM menjadi early warning system agar pemerintah antisipasi instabilitas politik”.

Luthfi juga menekankan, “Pelibatan ormas bukan intervensi, melainkan forum dialog, pelatihan deteksi dini, dan penguatan Pancasila untuk cegah disinformasi serta politik identitas”.

Pada gilirannya, Nova Auliyatul Faida, MD, pemateri kedua, memaparkan faktor penyebab penyalahgunaan narkoba. “Stress, tekanan teman sebaya, dan akses mudah menjadi pemicu utama; pencegahan adalah tanggung jawab bersama berdasarkan UU No. 35/2009,” katanya.

Dokter Nova melanjutkan, “Dampak narkoba mencakup gangguan otak-jantung, kriminalitas, serta menurunnya produktivitas ekonomi; tanda fisik seperti tremor, mata merah, dan berat badan turun harus diwaspadai”.

Ia menambahkan, “Gunakan skrining ASSIST/DAST, beri tahu ‘TIDAK’ pada narkoba, dan awasi remaja melalui konseling BNN untuk lindungi generasi 100% bebas narkoba”.

Penulis: Maghfur Munif
Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment