Sosok Ainun Najib di Mata Warga Gresik, Kades Klotok: Sangat Sederhana dan Bersahaja

oleh -116 Dilihat
Ainun Najib

GRESIK | NUGres – Seorang praktisi teknologi di bidang data sains bernama Ainun Najib mendadak viral jadi perbincangan masyarakat Indonesia usai namanya disebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara Pengukuhan Pengurus Besar dan Harlah Ke-95 Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (31/1) kemarin.

Saat itu, Presiden Jokowi bahkan terang-terangan meminta kiai-kiai NU agar ‘membajak’ atau merayu penggagas Gerakan Kawal Covid-19 itu dari perusahaan Singapura, untuk memberikan kontribusi di sektor teknologi khususnya bagi kemajuan NU.

“Saya kenal satu orang yang lain masih banyak lagi, beliau ini bekerja di Singapura sudah lama, namanya Ainun Najib, NU,” kata presiden saat menyampaikan sambutannya.

Jokowi yakin para kiai NU bisa membujuk Ainun pulang kampung dan berkiprah untuk Tanah Air. Meski penghasilan Ainun di Singapura sendiri sangatlah tinggi.

Simak Juga:  Ikatan Gus Indonesia Desak Pemerintah Fasilitasi Pemulihan Pendidikan di Pesantren

“Ini tugasnya nanti Pak Kiai, kalau beliau yang ngendiko (berbicara), digaji berapa pun, bismillah pasti mau,” terangnya.

Belakangan, Ainun Najib diketahui merupakan warga asli Kabupaten Gresik, tepatnya Desa Klotok, Kecamatan Balongpanggang. Putra H Abdul Rozaq salah satu tokoh alumnus Pondok Pesantren Qomaruddin Bungah itu lahir pada 20 Oktober 1985 silam.

Kepala Desa (Kades) Klotok Balongpanggang, Suheri saat dikonfirmasi membenarkan bahwa Ainun Najib merupakan salah satu warganya. Kata dia, Najib merupakan sosok sederhana dan sangat bersahaja.

“Iya mas beliau warga Klotok, Sosok yang sangat sederhana dan bersahaja,” ucapnya.

Heri lantas menceritakan, Ainun Najib sudah lama menetap di Singapura bersama istri dan keluarganya. “Setahu saya istrinya orang Lamongan, asal Kecamatan Sarirejo,” tuturnya.

Simak Juga:  Innalillahi, Mustasyar PBNU KH. Dimyati Rois Kaliwungu Kendal Wafat

Ainun Najib, sambung Heri, sudah lama tinggal di Singapura. Nahdhiyyin muda itu merupakan lulusan SMAN 5 Surabaya. Kemudian melanjutkan kuliah di Universitas Teknologi Nanyang atau Nanyang Technological University (NTU) Singapura, jurusan Teknik Komputer.

“Injih (sudah lama di Singapura, red),” terangnya.

Alumnus Sma Assa’adah Bungah angkatan 1994 itu mengaku sangat bangga memiliki warga teladan yang berprestasi di luar negeri. Bahkan mendapat perhatian dari Presiden RI Joko Widodo, sehingga dapat memberikan kontribusi besar bagi perkembangan teknologi di Indonesia. (Rifqi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *