Turba Konsolidasi Jam’iyah PCNU Gresik, 400 Kader PKPNU MWCNU Bungah Siap Bergerak

Maghfur Munif - NUGres Maghfur Munif - NUGres
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gresik menggelar Turba Konsolidasi Jam'iyah PCNU Gresik bersama Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU Bungah), pada Ahad 10 Agustus 2025. Foto: dok LTN MWCNU Bungah/NUGres

BUNGAH | NUGres – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gresik menggelar Turba Konsolidasi Jam’iyah PCNU Gresik di Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU Bungah), tepatnya di Aula KH. Hasyim Asy’ari Gedung MWCNU Bungah pada Ahad (10/8/2025).

Kehadiran langsung jajaran Syuriah dan Tanfidziyah PCNU Gresik, jajaran Syuriah dan Tanfidziyah MWCNU Bungah, pimpinan lembaga, badan otonom, Ketua Pengurus Ranting NU (PRNU) di MWCNU Bungah dalam gerakan turun ke bawah (turba), sosialisasi dan konsolidasi jamiyah itu selain membahas aset-aset MWCNU dan Ranting NU di Kecamatan Bungah, juga menjadi ajang untuk memperkuat silaturrahmi.

Ketua MWCNU Bungah, KH. M. Ala’uddin mengatakan bahwa sudah banyak aset-aset di lingkungan NU Bungah yang diwakafkan dengan nadhir MWCNU Bungah, seperti di Mojopurogede, Pegundan, dan yang lain. “Itu juga sudah kami laporkan ke Pengurus PC,” katanya.

“Karena kami sudah memiliki 400 kader PKP, insyaallah mereka akan siap untuk menjadi agen S3 dan menjadi bagian pendata wakaf aset yang ada di ranting-ranting. Jadi, di Bungah, kami sudah bergerak. Dan memang kita sudah bergerak,” tegas sosok yang juga merupakan Pemangku Pondok Pesantren Qomaruddin.

Wakil Rais Syuriyah PCNU Gresik, KH. Aunur Rofiq menyampaikan bahwa NU harus benar-benar meningkatkan manajemen organisasi, bahkan di tingkatan Ranting.

“Jadilah orang yang mengikuti ulama, agar dicintai Allah. Maka kita harus menjadi orang-orang yang kuat, punya pendirian kuat. Sehingga NU juga punya pendirian yang kuat,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris PCNU Bungah, Zainuddin, memaparkan bahwa pendataan aset NU ini merupakan langkah pencegahan agar aset NU tidak dikuasai orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan menjaga amanah dari Wakif.

“Ada beberapa resiko Aset NU jika tidak disertifikatkan atas nama NU, diantaranya: Potensi sengketa hukum dan kehilangan aset. Hambatan legalitas pengembangan aset. Melemahkan otoritas organisasi. Menghambat akuntabilitas,” jelasnya melalui materi Powerpoint yang dikemukakan.

Program pendataan aset ini merupakan agenda nasional NU. PCNU Gresik melalui LWPNU mengimplementasikanya dalam program GERAKAN SENSUS ASET NU bersama PC IPNU dan PC IPPNU sebagai relawan sensus sampai tingkat Ranting. Langkah kerjanya: 1) Menyusun bank data aset digital dan sistem informasi wakaf NU; 2) Mendorong dan Memfasilitasi legalisasi aset atas nama NU; 3) Dasar Pengembangan dan Pemberdayaan.

Setelah penjelasan panjang lebar mengenai teknis dan strategi pendataan, forum konsolidasi itu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Ketua-ketua ranting tampak antusias dan aktif melakukan tanya jawab, termasuk persoalan biaya, wakaf produktif, dan sebagainya.

“Insya Allah nanti pengurusannya juga cepat dan mudah,” ucap Zainuddin saat menjawab salah satu pertanyaan. “Kalau sertifikasi wakaf atas nama Perkumpulan, dan melalui LWPNU, insyaallah, biaya tidak banyak,” jelasnya.

Penulis: Maghfir Munif
Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment