YPP Qomaruddin dan PT BKMS Teken Nota Kesepahaman Tentang Ketenagakerjaan dan Kerohanian

oleh -76 Dilihat

BUNGAH | NUGres – Yayasan Pondok Pesantren (YPP) Qomaruddin dan PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) teken nota kesepahaman selama setahun untuk meningkatkan kualitas ketenagakerjaan dan kerohanian pada Selasa (21/12) di Universitas Qomaruddin.

Selain penandatanganan kerja sama, acara tersebut diadakan dialog mengenai tindak lanjut dan arah ke depan terkait perjanjian kerja sama antara PT BKMS selaku Pengembang dan Pengelola Java Integrated Industrial Port and Estate (JIIPE) dengan pihak YPP Qomaruddin.

Humas PT BKMS, Miftih Haris mengatakan penandatangan nota kesepahaman ini merupakan kesepakatan awal antara pengelola kawasan, dalam hal ini pihak PT BKMS, dengan pihak YPP Qomaruddin.

“MoU ini menandai bahwa kita sudah bekerja sama. Nanti akan kita tingkatkan menjadi perjanjian kerja sama. Kalau ini kan baru kesepakatan. Nanti kita evaluasi terus, sehingga kita ada kesamaan terkait bentuk kerja samanya,” kata Miftih setelah acara.

Beberapa poin penting dalam nota kesepahaman tersebut diantaranya adalah peningkatan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia antara kedua belah pihak dalam bidang ketenagakerjaan dan kerohanian.

 

Dengan nota kesepahaman itu, pelajar dari YPP Qomaruddin dapat mengikuti program praktek kerja industri (magang) di PT BKMS sesuai dengan kriteria tertentu, sementara YPP Qomaruddin memberikan pembinaan dan pendidikan kerohanian agama Islam.

Karena itu, Miftih menekankan adanya hubungan yang harmonis antara dunia usaha dan dunia pendidikan.

“Ketika dunia usaha nanti kalau membutuhkan tenaga kerja, itu sudah disiapkan oleh dunia pendidikan, dalam ini sekitar kawasan di sini, ada Qomaruddin, Assaadah, dan juga dunia pendidikan lain yang bisa kita ajak kerja sama. Ini yang menjadi konsep kita,” imbuhnya.

Simak Juga:  Ngecobar, Cara Fatayat NU Ranting Dukuh Ajak Kader Terampil dan Undang Cuan

Sebagai pengelola kawasan JIIPE, PT KBMS berharap bisa mendorong industri-industri yang ada di dalam kawasan JIIPE agar melakukan kerja sama dengan dunia pendidikan, karena yang membutuhkan tenaga pendidikan bukan dari pengelola kawasan tapi industri di dalam kawasan.

“Harapannya, kita sama-sama, nanti kita bisa bareng, antara pengelola kawasan, dalam hal ini saya, dengan teman-teman Qomaruddin, untuk bersama-sama mendorong ke industri yang ada di dalam kawasan, untuk melakukan kerja sama dengan Qomaruddin,” harapnya.

Sementara itu, Ketua YPP Qomaruddin, Nawawi mengatakan bahwa dengan penandatanganan MoU ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lulusan YPP Qomaruddin yang berkompeten dalam dunia kerja.

Hal itu lantaran salah satu ruang lingkup kesepahaman juga termasuk bagaimana PT BKMS akan mempertimbangkan jebolan YPP Qomaruddin yang memenuhi persyaratan kerja tertentu untuk dapat mengikuti proses rekrutmen calon pegawai di JIIPE.

“Bekerja sama dengan JIIPE ini, nanti termasuk bagaimana menyusun kurikulum yang tepat untuk disiapkan dengan dunia kerja. Sehingga, anak-anak yang kita keluarkan, yang sesuai dengan peminatannya, itu betul-betul memang dia mau di situ, dengan fokus,” katanya.

Nawawi juga berharap, semoga dengan penyerahan nota kesepahaman tersebut, ke depan akan dapat memberikan banyak manfaat dan berkah bagi semuanya.

Simak Juga:  Jelang Puncak HSN 2022, YPP Alkarimi Tebuwung Gelar Jelajah Santri

Pada gilirannya, Ketua Ikatan Keluarga Besar Alumni (IKBAL) Qomaruddin menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman tersebut.

“MoU ini telah membuka keran dialog antara pesantren, alumni dan perusahaan. Di ruang tersebut akan ada komunikasi intens bagaimana alumni dapat meningkatkan kualitas diri dan beradaptasi dengan kebutuhan industri,” kata Ketua IKBAL Qomaruddin M. Syamsud Dluha.

Pemuda yang akrab disapa Gus Sam itu juga menyambut baik nota kesepahaman tersebut, dengan menggaris bawahi peluang tersebut harus bisa memberikan manfaat nyata pada Qomaruddin.

“Memang itu adalah peluang, dan harus kita manfaatkan. Tapi dengan catatan, juga harus bisa memberikan sumbangsih nyata pada pondok dan yayasan. Makanya, harus ada strategi dan upaya khusus untuk hal ini, agar nanti mereka tidak lupa dengan ‘rumahnya’,” imbuhnya.

Untuk diketahui, selain dengan YPP Qomaruddin, acara tersebut juga dilakukan penanda tanganan nota kesepahaman secara khusus antara SMK Assaadah dan PT BKMS, yang mencakup penyelarasan program pembelajaran berbasis kompetensi sesuai kebutuhan industri; pengembangan sarana prasarana praktikum; penyediaan guru bidang studi produktif dan instruktur; praktek kerja industri bagi siswa SMK dan penanganan bagi guru, dan sertifikasi.

Dalam acara tersebut, hadir pula Rektor Institut Agama Islam Qomaruddin Lutfi Hakim, Wakil Rektor Universitas Qomaruddin Moh Maghfur, Kepala SMK Assaadah Imam Wahyudi, Kepala SMA Assaadah Mushlihah, dan Kepala MA Assaadah Ali Ibrohim.

Pewarta : Chidlir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *