150 Peserta Ikut Halaqah Pemantapan Pelatihan Shalat dan Uji Kompetensi Imam LTMNU Gresik

Luthfi Anshori - NUGres Luthfi Anshori - NUGres
Suasana Halaqah Pemantapan Pelatihan Shalat Sempurna Bersanad dan Simulasi Uji Kompetensi Imam shalat serta guru agama yang diselenggarakan oleh Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Gresik pada Sabtu (2/8/2025). Foto: dok LTMNU Gresik/NUGres

GRESIK | NUGres – Dalam upaya meningkatkan kompetensi imam shalat dan guru agama, Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Gresik kembali menggelar kegiatan Halaqah Pemantapan Pelatihan Shalat Sempurna Bersanad, serta Simulasi Uji Kompetensi Imam shalat dan guru.

Kegiatan angkatan ke-25 ini diikuti sebanyak 150 peserta dan dilaksanakan di Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik, Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Gresik, Sabtu (2/8/2025), dari mulai pukul 07.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Acara diawali dengan tashih fashohah bacaan Takbiratul Ihram, surat Al-Fatihah, Tasyahud Akhir, dan salam sebagai bagian dari rukun shalat. Pada sesi akhir, peserta mengikuti praktik menjadi imam shalat serta ujian tulis yang mencakup materi fiqih shalat, thaharah, tajwid, adab imam, dan adab berjamaah.

Para peserta antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Mereka berharap ilmu yang diperoleh dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun di masjid dan mushala sekitarnya.

KH Nurhuddin, Wakil Rais Syuriah PCNU Gresik dalam sambutannya menukil sebuah hadist Yang diriwayatkan dari imam baihaqi yang bersumber dari Sayyidina Ali Karamallahu wajhaha yang berbunyi “Wamasajiduhum amiratun wahiya khorobun minal huda”

Masjid di akhir zaman kata Nabi SAW bagus, besar dan indah-indah tapi sayangnya kata Nabi, “Wahiya khorobun minal huda,” masjid itu sepi dan jauh dari hidayah Allah SWT.

“Kenapa demikian?, mungkin yang menjadi imam, yang menjadi pemimpin di masjid dan musholla itu kurang memperhatikan kualitas sholatnya sehingga banyak jamaahnya tapi mereka jauh dari hidayah Allah Swt,” jelasnya.

Kiai Nurhuddin juga mengapresiasi peran LTMNU Gresik yang konsisten mengajak para takmir masjid dan perangkat NU untuk bersama-sama memakmurkan masjid serta memberikan manfaat bagi umat.

Sementara itu, H. Nasichun Amin, M.Ag, Ketua LTMNU Gresik, menjelaskan bahwa simulasi uji kompetensi imam/guru shalat ini baru kedua kalinya dilakukan.

“Walaupun masih tahap simulasi, kegiatan ini sangat penting sebagai langkah awal untuk meningkatkan kualitas para imam dan guru shalat di masjid maupun musholla. Ke depan, kami berharap hal ini menjadi standar kompetensi yang dapat diterapkan secara luas,” pungkasnya.

Penulis: Luthfi Anshori  
Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment