Keseruan Pecah Kala Siswa SMP Mu’allimat NU Gresik Diajak Bikin Pertunjukan Wayang bersama Komunitas Animawayang

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
SERU. Siswa SMP Mua'llimat NU Gresik mementaskan wayang usai mendapatkan workshop dari komunitas Animawayang, Senin (21/7/2025). Foto: dok SMP Mua'llimat NU Gresik/NUGres

GRESIK | NUGres – Para siswa di Sekolah Menengah Pertama Mua’llimat Nahdlatul Ulama (SMP Mua’llimat NU Gresik), dengan antusias mengikuti workshop yang digelar komunitas Animawayang bekerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Kementerian Kebudayaan, Senin (21/7/2025).

Puluhan siswa pada lembaga yang bersejarah—dan hanya khusus mendidik pelajar putri di Gresik itu, diajak mengenal lebih dalam kesenian wayang dari para pegiat seni komunitas Animawayang.

Pegiat komunitas Animawayang dalam kesempatan itu menghadirkan para pemuda seniman dalang, karawitan, hingga kreator wayang berkompeten.

Diantara hadir berbagi ilmu bersama para siswa SMP Mua’llimat NU Gresik yakni; Canggih Tri Atmojo Krisno S.Sn. (Seniman dalang dan karawitan), Wahyu Dunung Raharjo S.Sn. (Dalang dan Kreator Wayang), dan Dwi Anggoro (Seniman dalang dan karawitan).

Ketiga narasumber secara bergantian berbagi ilmu melalui materi yang disampaikan. Tak hanya itu, narasumber juga mengajak praktik. Hal ini membuat para siswa SMP Muallimat NU Gresik lebih kenal dan cinta terhadap kesenian wayang.

Para siswa di sekolah yang berada di Jalan KH Hasyim Asy’ari 15 Gresik ini pun tampak antusia workshop. Mulai dari pembuatan wayang dari media kertas, pengenalan dan praktik gerak wayang, teknik audio dan video, pembuatan dubbing audio.

Salah satu siswa kelas 9, Putri Zahira, mengungkapkan sangat senang sekali dapat ilmu dan pengalaman baru seputar wayang melalui kegiatan workshop ini.

“Sangat senang sekali dapat mengikuti kegiatan hari ini, sekarang saya sudah bisa bikin wayang sederhana karena tadi sempat diajarkan oleh kakak-kakak pemateri. Kita diajarkan, dikasih tahu tentang filosofi wayang, cara dubbing, flash acting, hingga pementasan wayang. Jika ada kegiatan seperti ini lagi, saya akan mengikutinya,” ungkap Putri penuh semangat.

Sementara itu, Kepala SMP Mu’allimat NU Gresik, Muhammad Syarifuddin S.Pd., mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, secara tidak langsung para siswanya diajak ikut melestarikan warisan budaya bangsa Indonesia.

“Wayang bukan hanya sekadar pertunjukan, tetapi juga kaya akan nilai-nilai filosofis dan sejarah. Melalui workshop ini, kami ingin mengajak anak-anak belajar lebih dalam tentang seni wayang dan bagaimana kita dapat melestarikannya,” ujar Pak Arip, sapaan akrab Kepala SMP Mua’llimat NU Gresik.

Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment