PAC GP Ansor Bungah Gresik 2025 – 2028 Resmi Dilantik, Komitmen Kolaborasi hingga Memperkokoh Eksistensi Organisasi

M. Mudzakir - NUGres M. Mudzakir - NUGres
Jajaran pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Bungah resmi dilantik dan dikukuhkan Sabtu (2/8/2025) siang. Foto: NUGres

BUNGAH | NUGres – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bungah secara resmi memulai masa perkhidmatan di tahun 2025 – 2028. Ini setelah secara resmi organisasi tersebut melaksanakan Resepsi Pelantikan dan Pengukuhan pengurus pada Sabtu (2/8/2025) siang, di Aula KH. Hasyim Asy’ari, Gedung MWCNU Bungah. Kegiatan ini mengusung tema “Bergerak Bersama, Berkarya untuk Umat dan Bangsa”.

Prosesi pelantikan PAC GP Ansor Bungah diawali dengan pembacaan SK kepengurusan oleh Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Gresik, Alek Salim. Selanjutnya penegasan kesediaan dan ikrar pengurus dipimpin secara langsung oleh Ketua PC GP Ansor Gresik, M. Ludfi Khambali Abdillah.

Selanjutnya, Pengukuhan jajaran pengurus Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDS RA) Bungah dan Satuan Koordinasi Rayon Barisan Ansor Serbaguna (Satkoryon Banser) Kecamatan Bungah, secara bergantian dipimpin oleh Ketua MDSRA PC GP Ansor Gresik Gus H. Badrussyarof dan Kasatkorcab Banser Gresik, Ndan Tarban.

Tampak hadir menyaksikan pelantikan dan pengukuhan, antara lain; Katib Syuriyah MWCNU Bungah KH. Ir. M. Hamdan, Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bungah KH. M. Ala’uddin, serta sejumlah pengurus syuriyah dan tanfidziyah MWCNU Bungah.

Pejabat pemerintah Forkopimcam Bungah, perwakilan RSI Mabarrot MWCNU Bungah, perwakilan Pemuda Muhammadiyah, kemudian Badan Otonom NU di wilayah Anak Cabang Bungah diantaranya; Muslimat NU, Fatayat NU, IPNU IPPNU, dan Pagar Nusa Kecamatan Bungah, juga hadir Ketua PAC GP Ansor Gresik, Manyar, Ujungpangkah dan Sidayu, hadir memberikan dukungan.

Pasca dilantik, dalam sambutan perdananya Ketua PAC GP Ansor Bungah Arif Hidayatullah mengungkapkan rasa syukur dan ucapan terima kasih. Ia menyatakan bahwa amanat ini merupakan tanggung jawab yang sangat besar.

“Dan jabatan ini adalah amanah yang harus kita jalankan dengan ikhlas. Maka saya mohon bantuan doa restunya bapak ibu yang hadir di sini,” ucap pemuda yang akrab disapa sahabat Ayik ini. Tak lupa ia menghaturkan terima kasih atas dedikasi yang telah dipersembahkan kepengurusan PAC GP Ansor Bungah peridoe sebelumnya.

Sahabat Ayik juga menyampaikan komitmen yang dituangkan peta jalan dalam masa khidmatnya yang menekankan pada kolaborasi peningkatan organisasi, dan juga upaya penguatan sumberdaya manusia. Baik itu bekerja sama dengan stakeholder Nahdlatul Ulama maupun Pemerintah Kecamatan Bungah.

Ketua PC GP Ansor Gresik, M. Ludfi Khambali Abdillah menyampaikam salam dan permohonan maaf dari Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur H. Musyaffa’ Safril yang sedianya hadir melantik. Lebih lanjut pada kesempatan ini ia mengingatkan kembali semangat berkhidmat dalam GP Ansor. Dikatakannya bahwa ruh Gerakan Pemuda Ansor ialah eksistensi organisasi dan eksistensi kaderisasi.

“Seberapa besar, dan sebarapa banyak kader-kader (baru) dalam suatu periode maka hal itu menjadi salah satu keberhasilan dalam menghidupkan organisasi sehingga eksistensi bisa dirasakan. Sementara untuk eksistensi organisasi, adalah perhatian terhadap keberadaan organisasi Pimpinan Ranting, yang menjadi tumpuan dan garda terdapan organisasi GP Ansor,” pesannya.

Sambutan selanjutnya, Ketua Tanfidziyah MWCNU Bungah, KH Muhammad Alauddin mengawali dengan memberikan apresiasi kepada kepengurusan 2022 – 2025 dan dilanjutkan estafet kepemimpinan 2025 – 2028. Kiai Ala’uddin selanjutnya menyampaikan nasihat tentang kepemimpinan dan keorganisasian dalam tradisi pesantren, ia menamsilkan dalam kitab nahwu paling dasar Jurumiyah tentang Tabi’.

“Awak dewe secara orang NU, insya Allah pun paham sedoyo, ngaji di pesantren kitab dasar Nahwu, Jurumiyah. Ada bab tabik atau follower yang kita tahu ada empat; Naat, Athaf, Taukid, Badal. Nah seperti itulah hubungan kepemimpinan dalam organisasi meniko. Hubungan antara pemimpin dengan anggota-anggotanya,” tutur Kiai Alauddin.

Ia kemudian menerangkan bila sifat naat (anggota) harus memiliki kompetensi yang sama dengan man’ut-nya (pemimpinnya). “Kudu podo. Nek ketua ngejak nasob, yo kudu nasob kabeh. Ketua ngejak jer, yo jer kabeh. Makanya ada pengkaderan-pengkaderan di setiap levelnya, itu harus dilaksanakan semua,” imbuhnya.

Selanjutnya Kiai Ala’uddin mewedar Athaf yaitu tentang kebersamaan, kemudian Taukid adalah penegasan yakni tegas dalam satu gerakan, serta Badal adalah anggota harus siap ketika mendapati tugas menggantikan pemimpin.

“Jadi ciri-ciri kepengurusan sukses itu badale akeh. Karena skill dan kompetensi sudah sama semua,” beber sosok Pemangku Pondok Pesantren Qomaruddin, Bungah Gresik ini. Di penghujung sambutannya, Kiai Alaudin berharap tiga matra organisasi yang menaungi kaum muda NU yakni GP Ansor, MDSRA dan Satkoryon Banser Bungah sedianya berkhidmat sebagai kesatuan yang kompak.

Resepsi Pelantikan PAC GP Ansor Bungah serta Pengukuhan pengurus Majelis Shalawat Rijalul Ansor (MDSRA) dan Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kecamatan Bungah ini ditutup dengan penandatanganan MoU antara PAC GP Ansor Bungah dan Pemerintah Kecamatan Bungah, serta doa penutup oleh Katib Syuriyah MWCNU Bungah KH Muhammad Hamdan.

Penulis: M. Mudzakir
Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment