PCNU Gresik Gelar Turba Konsolidasi di Kebomas, Soroti Aset dan Tantangan Pendidikan

Luthfi Anshori - NUGres Luthfi Anshori - NUGres
PCNU Gresik melaksanakan Turba (Turun ke bawah) dan konsolidasi jamiyah di Kebomas, Jumat (22/8/2025) malam. Foto: Luthfi/NUGres

KEBOMAS | NUGres – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gresik kembali menggelar Turba Konsolidasi Jam’iyah sebagai upaya menjaga ritme pergerakan organisasi sekaligus menyamakan langkah khidmah di berbagai tingkatan struktur.

Kegiatan yang dipusatkan di Klinik Pratama MWCNU Kebomas, Kelurahan Gulomantung, Kecamatan Kebomas ini berlangsung pada Jumat (22/8/2025) malam.

Seperti diketahui, rangkaian Turba PCNU Gresik tengah berlangsung di seluruh Wakil Cabang NU se-Gresik. Beberapa agenda penting antara lain penyampaian sensus aset NU serta penguatan program koin sehat NU, menjadi agenda kegiatan tersebut.

Sementara saat menggelar Turba dan Konsolidasi Jamiyah di Kebomas, hadir jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Gresik, di antaranya KH. Ainur Rofiq Thoyyib (Wakil Rais Syuriyah), Ahmad Zainuddin, M.Fil (Wakil Sekretaris), serta Drs. H. Abu Hassan, SH., MM (Wakil Bendahara).

Selain itu, forum juga diikuti oleh pengurus MWCNU Kebomas, pimpinan lembaga, badan otonom, hingga Ketua Pengurus Ranting NU (PRNU) se-MWCNU Kebomas.

Dalam arahannya, KH. Ainur Rofiq Thoyyib menekankan pentingnya ikhlas berkhidmah di NU. Ia menukil dawuh para muassis NU, seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah, hingga KH. Bisri Sansuri.

“Barangsiapa yang mau mengurus NU, insya Allah husnul khotimah. Kerja di NU harus dengan hati, karena apabila dengan hati akan tumbuh cinta. Jangan sekali-kali menjadikan NU sebagai tempat mencari makan,” pesannya.

Suasana forum semakin hangat ketika Ahmad Zainuddin memaparkan materi terkait pendataan dan penertiban aset NU. Menurutnya, sertifikasi aset NU merupakan kebutuhan mendesak demi keberlangsungan organisasi.

“Ada beberapa risiko apabila aset NU tidak disertifikatkan atas nama NU, di antaranya potensi sengketa hukum, kehilangan aset, hambatan legalitas dalam pengembangan, serta melemahkan otoritas dan akuntabilitas organisasi,” tegasnya.

Paparan tersebut mendapat respons antusias dari peserta. Sejumlah pertanyaan mengemuka, mulai dari persoalan aset wakaf, progres rumah sakit NU, hingga problematika pendidikan di lingkungan LP Ma’arif NU Gresik.

Kepala MA Ma’arif Sidomukti, M. Faizin, mengungkapkan kegelisahannya atas menurunnya jumlah siswa baru di madrasah pada tahun ajaran ini. Menurutnya, diperlukan terobosan nyata dari LP Ma’arif NU Gresik agar mampu membantu memberikan solusi terhadap persoalan tersebut.

Sementara itu, Ketua MWCNU Kebomas KH. M. Muchsin Munhamir menyampaikan apresiasi sekaligus rasa syukur atas terlaksananya turba ini.

“Kami sangat bersyukur atas kehadiran jajaran PCNU Gresik. Turba ini memberi energi baru bagi kami di tingkat MWCNU dan ranting. Semoga langkah konsolidasi ini semakin memperkuat gerakan NU di Kebomas, khususnya dalam menjaga aset jam’iyah dan meningkatkan pelayanan kepada umat,” pungkasnya.

Penulis: Luthfi Anshori
Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment