Belajar dari Kedelai, Tumbuhkan Syukur: Outing Class MI As Shibyan Cerme Gresik Ajarkan Proses dan Makna Hidup

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Outing Class 2025 bertema “Dari Kedelai Jadi Tahu" murid MI As Shibyan Dampaan Cerme diajak belajar proses hingga menumbuhkan rasa syukur, Selasa (28/10/2025). Foto: dok MI As Shibyan Dampaan/NUGres

CERME | NUGres – Madrasah Ibtidaiyah (MI) As Shibyan Dampaan, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, menggelar kegiatan pembelajaran luar kelas (Outing Class) pada Selasa 28 Oktober 2025.

Bertema “Dari Kedelai Jadi Tahu: Belajar Proses, Menumbuhkan Rasa Syukur” ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar kontekstual bagi siswa melalui kunjungan langsung ke dunia industri, sejarah, dan rekreasi edukatif.

Tiga lokasi menjadi tujuan kegiatan kali ini, yakni Pabrik Tahu Domas di Menganti, Museum Trowulan di Mojokerto, dan Waterland Mojokerto. Dari ketiganya, kunjungan ke Pabrik Tahu Domas menjadi sorotan utama karena memberikan kesempatan bagi siswa untuk menyaksikan secara langsung proses pembuatan tahu dari bahan dasar kedelai.

Para siswa tampak antusias menyimak setiap penjelasan tentang tahapan produksi, mulai dari pemilihan kedelai, perendaman, penggilingan, perebusan, penyaringan, hingga pencetakan tahu siap jual.

Kepala MI As Shibyan Ustadz Khoirudin S.Pd. menuturkan bahwa pengalaman belajar di pabrik tahu memberi nilai lebih bagi peserta didik.

“Anak-anak bisa melihat langsung bagaimana bahan sederhana seperti kedelai diolah menjadi makanan bergizi yang banyak dikonsumsi masyarakat. Mereka juga belajar pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan pangan,” ujarnya.

Sementara itu, pemilik Pabrik Tahu Mega Jaya Domas Menganti, Mas Pungky, menyambut baik kunjungan edukatif tersebut.

“Kami senang dengan kehadiran siswa MI As Shibyan. Ini menjadi pembelajaran nyata bagi mereka untuk memahami proses produksi tahu serta menghargai kerja keras di balik makanan sehari-hari,” katanya.

Selain menambah pengetahuan, kegiatan ini juga memberikan wawasan tentang dunia usaha kecil menengah (UKM) di sekitar lingkungan siswa. Mereka diajak menumbuhkan rasa syukur dan penghargaan terhadap profesi para pengrajin yang tekun menjaga kualitas produksi.

Ketua panitia, Saiful S.Pd., menegaskan pentingnya pembelajaran kontekstual di luar kelas sebagai bagian dari pendidikan karakter.

“Mari wujudkan pembelajaran bermakna dengan penuh semangat dan keceriaan, belajar, bermain, bersyukur, dan berprestasi bersama MI As Shibyan,” ungkapnya penuh semangat.

Usai mengunjungi pabrik tahu, rombongan melanjutkan perjalanan ke Museum Trowulan untuk menelusuri jejak kejayaan Kerajaan Majapahit, dan menutup kegiatan dengan rekreasi serta kebersamaan di Waterland Mojokerto.

Dengan semangat kebersamaan dan keceriaan, Outing Class 2025 MI As Shibyan tidak hanya menjadi ajang rekreasi, tetapi juga sarana pembelajaran nyata yang menanamkan nilai kerja keras, rasa syukur, dan apresiasi terhadap proses dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Arif Fahrudin Insani
Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment