BUNGAH | NUGres – Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bungah, Gresik, secara resmi membuka bimbingan manasik haji pertama untuk calon jemaah haji (CJH) tahun keberangkatan 2026 M/1447 H pada Ahad, 5 Oktober 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali ratusan CJH berkenaan dengan mental dan ilmu, termasuk juga penjelasan fikih, pendampingan penuh, hingga praktik.
Digelar di Gedung MWCNU Bungah, acara pembukaan ini dihadiri oleh pejabat Kementerian Agama Kabupaten Gresik, pengurus MWCNU Bungah, dan ratusan calon jemaah haji. Pembukaan manasik dilaksanakan sedari awal ini demi memberikan bimbingan yang lebih intensif, mengingat adanya kebijakan penambahan praktik lapangan menjadi dua kali, berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya satu kali. Tujuannya adalah agar jemaah memiliki kesiapan mental dan dapat mandiri dalam melaksanakan ibadah haji, tidak hanya mengandalkan pembimbing atau ketua rombongan.
Ketua Tanfidziah MWCNU Bungah, K.H. Alaudin, Lc., menekankan pentingnya bimbingan manasik secara komprehensif. Ia mengingatkan bahwa ibadah haji seringkali hanya dilakukan sekali seumur hidup, sehingga menurutnya perlu ilmu yang mendalam. Pemangku Pondok Qomaruddin itu juga mendorong kreativitas jemaah Indonesia dalam mengantisipasi masalah di Tanah Suci.
“KBIHU MWCNU Bungah juga dikenal dengan bimbingan yang lengkap, bahkan mencakup materi spesifik seperti fikhun nisa’ (fikih untuk wanita),” jelasnya, menyoroti pentingnya fikih perempuan dalam ibadah haji.
K.H. Alaudin juga memuji kreativitas jemaah haji Indonesia saat menghadapi kesulitan, mencontohkan keberhasilan evakuasi Muzdalifah pada tahun sebelumnya meskipun terjadi kemacetan parah. Ia mengisahkan, ketika bus tidak bisa bergerak, jemaah secara mandiri berjalan kaki sambil memanfaatkan gerobak sampah atau karpet sebagai alat bantu seret barang bawaan. Hal ini menunjukkan perlunya kesiapan dan kemampuan mencari solusi di lapangan.
Pada gilirannya, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kasi PHU Kemenag) Kabupaten Gresik, H. Lulus, dalam paparannya menyampaikan informasi terbaru mengenai kebijakan haji. Diantaranya opsi perhitungan kuota yang berpotensi memajukan daftar tunggu. Dikatakannya, jika menggunakan sistem rata-rata antrean se-Indonesia, daftar tunggu haji reguler diprediksi menjadi 27 tahun, yang berarti Jawa Timur mengalami keuntungan karena maju sekitar 7 tahun dari estimasi sebelumnya 34 tahun.
H. Lulus juga menyoroti perubahan signifikan dalam regulasi keberangkatan, di antaranya, pertama, tentang usia jemaah. Pihaknya mengatakan usia minimal keberangkatan yang sebelumnya 18 tahun kini diinformasikan bisa menjadi 13 tahun jika undang-undang disesuaikan. Kedua, Masa Tunggu Haji Kedua. Bagi yang sudah pernah berhaji, masa tunggu pendaftaran haji kedua diperkirakan bertambah dari 10 tahun menjadi 18 tahun.
Ketiga, Istitaah Kesehatan. Dalam materi yang ia sampaikan, pemeriksaan kesehatan akan lebih ketat, terutama untuk penyakit gagal ginjal, TBC, dan stroke akut. Jemaah diimbau mulai menjaga kesehatan, khususnya asam urat, kolesterol, dan darah tinggi, sebab penyakit jantung juga kemungkinan akan diperketat. Vaksinasi Meningitis dan Polio wajib dilakukan, dengan vaksin COVID-19 sudah tidak menjadi syarat keberangkatan.
Lebih lanjut, H. Lulus menjelaskan perihal Peluang dan Waktu Pelunasan. Terkait keberangkatan, ia menyebutkan bahwa jadwal sementara kloter pertama masuk asrama haji adalah 20 April 2026, dengan perkiraan Wukuf pada 26 Mei 2026.
Sementara itu, pengumuman jemaah yang berhak melunasi direncanakan pada 12 Oktober. Pelunasan Tahap 1 dijadwalkan mulai 15 Oktober hingga 14 November (perkiraan mundur ke November).
Jemaah cadangan diimbau untuk bersiap, karena kuota cadangan yang melunasi berpeluang besar berangkat jika terdapat sisa kuota dari jemaah yang tidak melunasi, termasuk juga jemaah yang mengajukan penggabungan (mahram, pendamping lansia). KBIHU MWCNU Bungah sendiri menargetkan minimal 151 jemaah untuk dapat mengajukan kuota pembimbing ibadah.
Dengan berakhirnya sesi tanya jawab, Ketua KBIHU MWCNU Bungah, H. Muhammad Yunus, menutup rangkaian acara pembukaan dengan talbiyah, mendoakan seluruh jemaah agar diberikan kesehatan dan kelancaran dalam ibadah serta meraih predikat haji mabrur.
Penulis: Maghfur Munif
Editor: Chidir Amirullah

