Menyelami Ketulusan Kader Ansor-Banser di Balik Haul Ke-70 Habib Abu Bakar Assegaf Gresik

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Tiga tahun selalu hadir dan ambil peran melayani jamaah, Posko Ansor-Banset di tengah perhelatan spiritual Haul ke-70 Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf, Gresik. Foto: dok PAC GP Ansor Gresik/NUGres

GRESIK | NUGres – Suasana religius menyelimuti kawasan Masjid Jami Gresik pada pertengahan Juni 2025. Ribuan jamaah dari berbagai penjuru daerah tumpah ruah, larut dalam kekhidmatan memperingati Haul ke-70 waliyullah Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf. Mereka datang membawa harap, doa, dan kecintaan kepada sang ulama besar yang telah lama menjadi panutan spiritual masyarakat Gresik dan sekitarnya.

Namun, di balik lautan manusia yang larut dalam lantunan dzikir dan shalawat, ada sebuah kisah lain yang menyentuh. Yaitu tentang pengabdian generasi muda Nahdlatul Ulama, para kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Gresik, yang secara sukarela mengisi celah-celah kebutuhan sosial di tengah besarnya perhelatan spiritual itu.

Selain itu, sejak prosesi haul dimulai, tak kurang dari 60 personel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Gresik dikerahkan untuk menjaga ketertiban dan keamanan jalannya acara. Mereka hadir sejak pagi hari, memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa gangguan.

Mereka bukan sekadar petugas keamanan. Di pundak para Banser ini, tersemat pula tanggung jawab moral seperti menjaga kekhidmatan majelis haul, membantu jamaah, mengatur lalu lintas jamaah, hingga memberi rasa aman bagi ribuan peziarah yang hadir.

Dari Tenda Kecil Bermakna Besar

Sementara tidak jauh dari area utama majelis haul, berdiri sebuah tenda kecil sederhana bertuliskan Pos Informasi. Di sanalah denyut pengabdian itu berdetak. Tanpa sorotan kamera. Tenda kecil ini menjadi tempat singgah para jamaah yang beristirahat sejenak, atau sekadar ingin mencari informasi.

“Di posko ini, kami sediakan kopi, nasi bungkus, snack, es temulawak, hingga air mineral. Semua gratis, semata-mata bentuk khidmat kami untuk para jamaah,” kisah Muchammad Afif Fachrudin, pengurus GP Ansor dari Pimpinan Ranting (PR) Bedilan, kepada NUGres.

Posko ini bukan baru kali ini hadir. Tiga tahun pasca pandemi COVID-19, inisiatif pendirian posko informasi oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Gresik ini konsisten hadir setiap momentum Haul Habib Abu Bakar Assegaf. Lebih dari sekadar layanan informasi, posko ini telah menjelma sebagai simpul kebersamaan, tempat berbagi energi positif para kader muda Ansor-Banser.

Gotong Royong yang Tak Pernah Usai

Selama dua hari penuh, 12–13 Juni 2025, kader Ansor dari PR Bedilan hingga PAC Gresik bergantian mengisi peran di posko. Tidak ada pembagian tugas yang kaku. Semuanya cair dalam semangat gotong royong. Ada yang mengatur logistik, melayani jamaah, hingga menyeduh kopi hangat bagi para tamu yang datang.

“Alhamdulillah, tanpa kami minta pun, banyak sahabat Ansor dan warga sekitar datang membawa bantuan. Ada yang membawa beras, air mineral, hingga uang tunai untuk dibelanjakan kebutuhan logistik. Semua berjalan secara sukarela,” sambung Afif.

Semangat sukarela itu menegaskan nilai utama yang diajarkan para ulama NU: khidmat tanpa pamrih. Bagi mereka, kesempatan hadir di majelis haul bukan sekadar menjadi jamaah, tetapi bagaimana bisa turut memberi manfaat bagi sesama.

Apresiasi dari Katib PBNU

Katib Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Habib Luthfi bin Ahmad Al-Attas, menyempatkan diri mengunjungi posko.
Katib Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Habib Luthfi bin Ahmad Al-Attas, menyempatkan diri mengunjungi posko Ansor-Banser Gresik. Foto: dok PAC GP Ansor Gresik/NUGres

Momentum pengabdian sederhana itu pun mendapat perhatian istimewa. Salah satu Katib Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Habib Luthfi bin Ahmad Al-Attas, menyempatkan diri mengunjungi posko. Bukan hanya datang, beliau juga memberikan apresiasi langsung atas ikhtiar kecil namun bermakna yang dilakukan para kader muda NU ini.

“Ini menjadi momen sangat spesial bagi kami. Kami merasa sangat tersanjung dikunjungi langsung oleh Habib Luthfi. Mudah-mudahan menjadi penyemangat kami untuk terus berkhidmat di jalan Nahdlatul Ulama,” tutur Ketua PAC GP Ansor Gresik, Bagus Muhammad Fajar Riawan, SE., penuh syukur.

Menurut sahabat Fajar, keberadaan posko informasi setiap haul bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi sudah menjadi bagian dari tradisi kaderisasi sosial Ansor-Banser. Di sana, kader muda ditempa kepekaan sosial, kepemimpinan, hingga ketulusan pengabdian di tengah masyarakat.

Menghidupkan Spirit Jamaah Haul

Haul ke-70 Habib Abu Bakar Assegaf kembali meneguhkan bagaimana ajaran waliyullah terus hidup dalam sanubari para pecintanya. Tidak hanya melalui majelis-majelis dzikir, tetapi juga melalui aksi-aksi sosial sederhana yang dilakukan generasi muda.

Posko informasi GP Ansor Gresik menjadi saksi kecil bagaimana tradisi khidmah (pengabdian) itu diwariskan lintas generasi. Di tengah arus zaman yang kian pragmatis, mereka tetap menjaga nilai-nilai keikhlasan, kebersamaan, dan kesediaan berbagi dalam setiap momentum spiritual masyarakat.

“Yang kami lakukan ini kecil. Tapi mudah-mudahan berkahnya besar, bukan hanya bagi kami pribadi, tapi untuk Gresik, untuk NU, dan untuk bangsa,” tutup Afif, memungkasi.

Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment