BALONGPANGGANG | NUGres – Di penghujung tahun 2025, sektor wisata edukasi di Kabupaten Gresik terus mendapat sorotan positif. Pada Jumat (26/12/2025), Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Balongpanggang, H. Moch. Machmud, melakukan kunjungan ke Gresik Universal Science (GUS) yang berlokasi di kompleks Islamic Center Gresik.
Kunjungan ini bertujuan untuk menikmati fasilitas edukasi berbasis teknologi yang kini menjadi ikon baru di Kota Santri. Dalam kunjungannya, H. Moch. Machmud mengeksplorasi berbagai zona museum digital yang memadukan unsur sejarah, agama, dan sains modern.
Usai berkeliling, H. Moch. Machmud menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya terhadap konsep yang diusung oleh Gresik Universal Science. Menurutnya, kehadiran museum digital ini merupakan langkah inspiratif dalam menjaga warisan budaya di tengah gempuran era digital.
“Di dalamnya kita disuguhkan kekayaan warisan budaya dan sejarah Gresik, seperti Damar Kurung, jejak sejarah para Wali, hingga visualisasi ilmu pengetahuan modern yang membawa pengunjung seakan menjelajah luar angkasa,” ujar H. Moch. Machmud.
Ia juga menekankan bahwa keberadaan gedung ini adalah bukti nyata bahwa nilai-nilai keislaman dan kemajuan sains tidak perlu dipertentangkan.
“Inilah wajah Islam rahmatan lil ‘alamin, berakar kuat pada tradisi, sekaligus terbuka pada inovasi dan teknologi. Keduanya tidak saling meniadakan, tetapi justru saling menguatkan,” tambahnya.
Selain sebagai sarana hiburan, H. Moch. Machmud memandang Gresik Universal Science sebagai media edukasi yang sangat strategis bagi generasi muda, khususnya pelajar di lingkungan Nahdliyin.
Beberapa poin penting yang menjadi sorotan Ketua MWCNU Balongpanggang itu diantaranya bahwa destinasi ini mengenalkan akar sejarah, memahami peran Ulama dan Wali sebagai pewaris dakwah Islam di tanah Jawa.
Selain itu, pelestarian Budaya menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal seperti permainan masyarakat tempo dulu. Hingga Wawasan masa depan yang dapat memicu semangat belajar dan berpikir maju untuk menghadapi tantangan zaman.
“Semoga ikhtiar ini menjadi wasilah lahirnya generasi yang berakhlak, berilmu, berbudaya, dan berdaya saing. Kita ingin Gresik tetap relevan sebagai Kota Santri di era digital ini,” pungkasnya.
Kunjungan ini diharapkan dapat mendorong sinergi antara lembaga pendidikan di bawah naungan MWCNU dengan penyedia sarana edukasi publik untuk menciptakan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi santri dan siswa.
Penulis: Samsul Arif
Editor: Chidir Amirullah

