Asah Literasi di Hari Kartini, MTs Al Fattah Gresik Pilih Lomba Mading Ketimbang Fashion Show

Akhmad Yaslim - NUGres Akhmad Yaslim - NUGres
Mengisi peringatan Hari Kartini tahun 2026, MTs Al Fattah Banyuurip Ujungpangkah Gresik memilih menggelar Lomba Mading untuk perkuat literasi para siswa. Foto: dok MTs Al Fattah Gresik/NUGres

UJUNGPANGKAH | NUGres – Momentum peringatan Hari Kartini tahun 2026 di lingkungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU terasa berbeda, khususnya di MTs Al Fattah Desa Banyuurip Kecamatan Ujungpangkah, Gresik.

Bila mayoritas sekolah menggelar peragaan busana atau fashion show, madrasah ini justru memilih jalur intelektual dengan menggelar Lomba Menghias Majalah Dinding (Mading) yang telah berlangsung pada Selasa 28 April 2026.

Langkah ini diambil untuk membumikan kembali semangat asli RA Kartini, yakni perjuangan melalui literasi dan pemikiran. Slogan legendaris “Habis Gelap Terbitlah Terang” tidak hanya dimaknai sebagai simbol emansipasi, tetapi juga sebagai pelecut semangat siswa untuk terus berkarya meski di usia muda, sebagaimana sang pahlawan yang wafat pada usia 25 tahun namun meninggalkan warisan pemikiran yang abadi.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Hj. Fifin Arnisalisah, mengungkapkan bahwa hasil karya para siswa di luar ekspektasi pihak sekolah. Kreativitas yang ditunjukkan dalam memadukan tulisan, hiasan, dan pesan moral dinilai sangat luar biasa.

“Kami sangat puas dan bangga. Ternyata anak-anak mampu menghasilkan mading yang estetis sekaligus berisi. Tujuan utama kami memang untuk mengasah budaya membaca dan menulis mereka. Kami ingin siswa MTs Al Fattah meneladani RA Kartini dari sisi intelektualitas dan daya nalar kritisnya,” ujar Hj. Fifin

Ia menambahkan bahwa tema “Lomba Menghias Mading” pada tahun 2026 ini sengaja dipilih untuk memberikan warna baru dalam peringatan tahunan, sekaligus menjadi sarana peningkatan kreativitas siswa secara konkret.

Kepala MTs Al Fattah, Abdul Hafidz Zam Zami’, memberikan dukungan penuh terhadap inovasi ini. Sebagai bentuk apresiasi, madrasah memberikan reward unik berupa stimulus voucher belanja di kantin sekolah bagi para pemenang.

“Ini adalah bentuk stimulus sederhana agar anak-anak semakin semangat berkompetisi secara sehat. Kami ingin inovasi seperti ini terus muncul di madrasah kami,” tegas Pak Zami’, demikian sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, Pak Zami’ juga menunjukkan deretan piala yang baru saja diraih sepanjang tahun 2026 ini. Prestasi MTs Al Fattah memang tidak perlu diragukan lagi, mulai dari level kecamatan, kabupaten, hingga tingkat provinsi.

“Peringatan Hari Kartini ini menjadi momentum bagi kami untuk membuktikan bahwa madrasah bukan hanya soal seremonial pakaian adat, tapi soal mencetak generasi yang cerdas secara nalar dan kaya akan karya,” pungkasnya.

Dengan semangat literasi ini, MTs Al Fattah Banyuurip optimis dapat terus mencetak “Kartini-Kartini Muda” yang tidak hanya cakap secara penampilan, tetapi juga memiliki kedalaman ilmu pengetahuan sesuai dengan marwah pendidikan Ma’arif NU.

Penulis: Akhmad Yaslim
Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment