KEDAMEAN | NUGres – Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Ngepung menggelar Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDSRA) sekaligus memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-92 GP Ansor, Sabtu (18/4/2026), di Mushola Al-Islah, Dusun Balekambang RT 07. Kegiatan tersebut mengusung tema “Sejarah, Perjuangan, dan Eksistensi Gerakan Pemuda Ansor”.
Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat kaderisasi sekaligus meneguhkan kembali peran strategis GP Ansor dalam menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam Mauidhah hasanah yang disampaikan, Rais Syuriyah Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Ngepung, Ustadz Ahmad Mudlofir, menekankan bahwa sejarah panjang perjuangan Gerakan Pemuda Ansor tidak dapat dipisahkan dari peran para ulama dan dinamika perjalanan bangsa Indonesia.
Ia memaparkan sejarah pembentukan Komite Hijaz, ketika para ulama Nusantara mengirim utusan ke Makkah untuk menyampaikan keberatan atas larangan bermazhab yang saat itu terjadi. Menurutnya, KH Wahab Chasbullah menjadi tokoh sentral yang gigih mengorganisasi perjuangan tersebut hingga melahirkan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai benteng penjaga paham Ahlussunnah wal Jamaah.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kesadaran akan pentingnya peran pemuda mendorong KH Wahab Chasbullah memprakarsai berdirinya organisasi Syubbanul Wathan, yang berarti “Pemuda Cinta Tanah Air”. Organisasi ini bertujuan membangun kesadaran kebangsaan sekaligus membela agama dan negara dari penjajahan.
“Pada tahun 1934, atas usulan KH Wahab Chasbullah, nama organisasi pemuda ini diubah menjadi Ansoru Nahdlatul Oelama (ANO). Nama ‘Ansor’ terinspirasi dari kaum Anshar di Madinah yang setia menolong dan membela perjuangan Rasulullah SAW,” terang Ustadz Ahmad Mudlofir.
Ia juga menegaskan bahwa GP Ansor merupakan organisasi kepemudaan yang tangguh karena mampu melewati berbagai fase penting perjalanan bangsa, mulai masa penjajahan, era Orde Lama, Orde Baru, hingga masa reformasi.
“GP Ansor saat ini diakui sebagai organisasi kepemudaan bertaraf internasional yang hebat dan memiliki sistem kaderisasi yang kuat,” ujarnya.
Di akhir pemaparan yang disampaikan, Ustadz Ahmad Mudlofir menyampaikan ucapan selamat atas Harlah ke-92 GP Ansor serta berharap seluruh kader Ansor tetap solid dalam satu barisan untuk menjaga agama dan keutuhan bangsa.
“Semoga kader-kader Ansor tetap satu komando dalam menjaga agama dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua PAC GP Ansor Kedamean, Achmad Saiful Amri, mengajak para pemuda di lingkungan Ngepung untuk aktif bergabung menjadi bagian dari GP Ansor.
Menurutnya, peran pemuda sangat dibutuhkan dalam melanjutkan perjuangan organisasi dan menjaga nilai-nilai ke-NU-an di tengah masyarakat.
“Bagi para pemuda yang belum bergabung, mari bersama-sama menjadi bagian dari Gerakan Pemuda Ansor,” ajaknya.
Melalui kegiatan ini, Ketua PR GP Ansor Ngepung Ahmad Zakaria berharap semangat perjuangan, loyalitas kader, dan komitmen kebangsaan para pemuda khususnya di Desa Ngepung Kecamatan Kedamean Gresik semakin kuat.
“Sehingga keberadaan GP Ansor terus memberikan manfaat bagi agama, masyarakat, dan bangsa,” tutupnya.
Editor: Chidir Amirullah



